Ratusan Murid SDN 006 Tiban Ikut Imunisasi Campak dan MR, Sebagian Orangtua Menolak

Ratusan siswa SDN 006 Tiban Koperasi, Sekupang, Batam, hari ini mengikuri imunisasi measles rubella (MR) dan campak, Senin (6/8/2018).

Ratusan Murid SDN 006 Tiban Ikut Imunisasi Campak dan MR, Sebagian Orangtua Menolak
tribun batam
Imunisasi Campak dan MR di SDN 006 Sekupang, Batam, Senin (6/8/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Ratusan siswa SDN 006 Tiban Koperasi, Sekupang, Batam, hari ini mengikuri imunisasi measles rubella (MR) dan campak, Senin (6/8/2018).

Dari ratusan siswa tersebut, beberapa di antaranya tidak mendapatkan vaksin karena orangtua murid yang tidak mengizinkan.

Siswa giliran pertama untuk di imunisasi adalah pelajar yang duduk di kelas satu yang berjumlah empat lokal.

Satu per satu nama siswa dilanggil wali kleas. Selanjutnya, langsung diimunisasi oleh tenaga medis dari Puskesmas Tiban Baru.

Setelah seluruh siswa kelas satu selesai diimunisasi, dilanjutkan kelas dua, dan seterusnya sampai kelas enam.

"Ratusan siswa mulai dari kelas satu sampai kelas enam di beri imunisasi MR dan campak," kata M Yahya Alfian, Wakil Kepala SDN 006 Sekupang, di lokasi imunisasi.

Baca: MUI Kepri Keluarkan Edaran Penundaan Vaksin Campak dan Rubella Sampai Ada Sertifikat Halal

Baca: Tiga Anak Meninggal Setelah Divaksin Demam Berdarah. Ini Penjelasan Produsen Vaksinnya

Baca: Brasil Pesan 11,5 Juta Vaksin Atasi Wabah Demam Kuning yang Sedang Menyerang

Yahya mengatakan, sebelumnya pihak sekolah sudah memberikan edaran kepada orangtua atau wali murid terkait imunisasi MR dan campak ini. Lewat edaran tersebut, orang tua atau wali siswa dimintai izin bagi anaknya untuk penyuntikan vaksin MR.

"Orangtua atau wali siswa mengisi surat edaran yang disampaikan, termasuk riwayat penyakit siswa itu sendiri. Jika menyetujui anaknya diimunisasi, tinggal ditulis setuju. Dan jika tidak belum mau anaknya diimunisasi, tinggal ditulis tidak setuju. Semua kami kembalikan pada orangtua," ujarnya.

Selama pemberian imunisasi MR, sebagian kecil orangtua yang menolak pemberian vaksin. Selain itu, ada sekitar satu persen yang dinyatakan tidak bisa diberi vaksin karena flu, batuk dan demam.(*)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved