Cerita Cinta Elan dan Jasmine, Pria Lombok yang Nikahi Cewek Bule Jerman

Begitulah yang dirasakan Jasmine, bule asal Jerman yang menikah dengan Elan, pria asal Lombok.

Cerita Cinta Elan dan Jasmine, Pria Lombok yang Nikahi Cewek Bule Jerman
Elan dan Jasmine 

"I really like him and thought that he's really interesting when we first met. May be you could say love at the first sight but I also think love develops with the time we spent with the person," jelas Jasmine.

(Aku benar-benar menyukai dia. Dan aku pikir dia sangat menarik saat pertama kali kita bertemu. Mungkin kamu bisa bilang ini adalah cinta pada pandangan pertama tapi aku juga berpikir bahwa cinta berkembang seiring berjalannya waktu. Sebagaimana kita menghabiskan banyak waktu dengan seseorang.)

Senada dengan Elan, Jasmine juga menceritakan pertemuannya dengan Elan saat di Gili, Lombok.

Saat itu Jasmine dan teman-temannya sedang berlibur.

"When the first time we met was in Gili and I was with some friends on vacation and we had dinner and we go to the bar and we said oh that sounds good and stand a while to the band,"

(Ketika pertama kali bertemu di Gili, aku datang bersama teman-temanku saat liburan. Lalu kami makan malam dan pergi ke bar. Menurutku dan teman-teman, band itu bagus dan menetap sebentar untuk mendengarkan lagu-lagu yang dibawakan band itu.)

Jasmine sangat terhibur dengan penampilan Elan di atas pangung.

"The voice is good, the stage act very entertaining," kata Jasmine memuji Elan.

(Suaranya bagus, penampilannya sangat menghibur).

Karena menikah, Elan harus memotong rambutnya yang gondrong.

Sebab, penghulu tidak mau menikahkan dia dengan Jasmine jika Elan tidak mau memotong rambutnya.

Bahkan Jasmine sempat kaget ketika melihat Elan potong rambut.

Jasmine menyukai rambut gondrong Elan.

"I really like when his hair is long. And I was shocked at first when I know it but now I like this well," kata Jasmine.

(Aku suka ketika rambutnya gondrong. Dan aku kaget ketika aku tahu. Tapi sekarang aku juga suka rambut barunya)

Sementara waktu, Jasmine dan Elan masih belum memutuskan keduanya akan tinggal di mana.

Bulan Oktober nanti, Jasmine harus kembali ke Jerman untuk urusan pekerjaan.

Sedangkan Elan harus mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan sebagai suami sah Jasmine.

"Well we will try to live part time in German as well here in Indonesia because we both like to be with our family and friends," kata Jasmine.

(Kita akan tinggal di Jerman beberapa waktu dan di Indonesia karena kita berdua senang berada di dekat keluarga dan teman.)

Jasmine merupakan seorang manajer proyek di Jerman.

"I am a project manager in logistic and I put my job in here, and in October, my new job will starting and we will back to German for a while and we'll see,"

(Aku adalah seorang manajer proyek logistik dan aku sedang ada pekerjaan di sini (Indonesia). Dan Oktober nanti ada pekerjaan baru untukku. Maka dari itu aku akan kembali ke Jerman untuk sementara waktu dan kita lihat nanti).

Sejauh ini Elan dan Jasmine berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Keduanya hampir tidak pernah mengalami miskomunikasi satu sama lain.

Perjalanan cinta Elan dan Jasmine juga tak mudah.

Sebelumnya, Elan sudah lebih dulu berjuang meyakinkan keluarga besarnya untuk menikahi Jasmine.

"Sempat ada cibiran pindah agama tapi saya tetap jelaskan dengan rileks, santai tapi ya tetap ga bisa," kata Elan bercerita.

Perbedaan budaya, bahasa, suku, dan ras, sempat diperdebatkan keluarga Elan.

Enam bulan meyakinkan keluarga, akhirnya Elan mengantongi restu.

Pernikahan mereka berjalan lancar dan viraldi media sosial.

Sosok yang memviralkan pernikahan Elan dan Jasmine rupanya orang yang sangat mengenal Elan dan selalu memberi dukungan.

"Kaget juga (jadi viral). Dia sebenarnya keluarga jauh, dia support sekali sama semua yang saya lakukan," jelas Elan. (tribunjateng.com/i awaliyah pimay)

Tags
bule
Jerman
Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved