Warga Tiban Koperasi Tetap Minta Kolam Retensi Lama Digali Lagi dan Tolak Pembuatan Kolam Baru

Tawaran yang diberikan BP Batam berupa pembangunan kolam retensi baru, ditolak warga.

Warga Tiban Koperasi Tetap Minta Kolam Retensi Lama Digali Lagi dan Tolak Pembuatan Kolam Baru
tribun batam
Salma, bocah yang tinggal di Tiban Koperasi, Batam, membersihkan rumahnya yang terkena banjir, kemarin. Hari ini, Kamis (26/7/2018) terpaksa tidak sekolah. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Pertemuan perwakilan warga Tiban Koperasi dengan pengembang dan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang membahas solusi banjir, Selasa (7/8) lalu di BP Batam, belum membuahkan hasil.

Tawaran yang diberikan BP Batam berupa pembangunan kolam retensi baru, ditolak warga.

Warga tetap menuntut agar kolam retensi seluas 1,13 hektare yang lama yang saat ini sudah ditimbun pengembang, kembali dibuka, dan digali sedalam 4,5 meter.

"BP Batam menawarkan lahan sempit yang ada di samping sekolah Kasih Karunia untuk digali, dijadikan pengganti kolam resapan air hujan, dan kami menolak," kata Wakil Ketua Komite Penanganan Banjir Tiban Koperasi dan sekitarnya, Anto Sujanto kepada TRIBUNBATAM.id, Rabu (8/8/2018).

Alasannya, warga tetap menilai keberadaan kolam retensi yang sudah ditimbun. Sebab, selama ini kolam itulah yang berfungsi sebagai tempat serapan air jika hujan datang.

Kolam tersebut juga sebagai penghambat datangnya banjir bandang. Sejak kolam itu ditimbun, banjir bandang menimpah pemukiman warga Tiban Koperasi seperti yang terjadi dua pekan lalu.

Baca: Tujuh Unit Rumah di Taman Eiren Tiban Baru Diterjang Banjir Lumpur Saat Hujan Deras Rabu Kemarin

Baca: BP Batam Janji Kolam Resapan Air di Tiban Koperasi akan Dibuka Lagi, Unjuk Rasa pun Bubar

Baca: Pascabanjir Tiban Koperasi, Murid SD Kasih Karunia Kembali Sekolah. Warga Takut akan Banjir Lagi

"Dari pertemuan itu mereka belum setuju dan ada kecenderungan tidak setuju," tambahnya.

Pertemuan tersebut dihadiri berbagai pihak terkait. Dari BP Batam ada I Wayan Subawa, Fredy Tanoto, dan Hirawan. Selain itu, hadir pula pengembang dan perwakilan Pemko Batam.

Anto mengatakan, rencananya akan ada pertemuan lanjutan membahas solusi banjir.

"Kami berencana akan melakukan aksi lagi ke BP Batam dan Pemko Batam. Waktunya masih kami diskusikan," kata Anto.

Ia menambahkan, saat ini aktivitas pengembang di lapangan memang sudah berhenti, namun warga masih belum puas selama kolam retensi tersebut belum juga digali lagi.

"Karena berhenti sementara itu sifatnya sementara. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) mereka dibekukan, tapi belum dicabut atau dibatalkan," ujarnya. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help