Bangun Pabrik Rokok di FTZ Tanjungpinang Rp 200 M. Tahap Awal Serap Tenaga Kerja 250-300 Orang

Pabrik rokok akan dibangun di Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Kota Tanjungpinang. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama

Bangun Pabrik Rokok di FTZ Tanjungpinang Rp 200 M. Tahap Awal Serap Tenaga Kerja 250-300 Orang
Tribun Batam/Rio Batubara
Perakitan smartphone Honor di PT Sat Nusa Persada standar sama dengan pabrik utama di China. Foto ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- PT Megatama Batu Karang Indonesia (PT MBKI) akan membangun pabrik rokok di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Kota Tanjungpinang.

Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan yang dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Riau, H Nurdin Basirun, Kamis (9/8/2018).

Turut hadir staf ahli Presiden Ir Arif Pribadi, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri, Syeikh Ali Jaber dan Sekda Kota Tanjungpinang, Riono. 

Baca: Johannes Kennedy: Peran Investasi AS Jauh Lebih Kecil Ketimbang Cina di Batam

Baca: Dubes Korsel Kunjungi BP Batam. Eko Budi Jelas Soal Akselerasi Batam Menuju Kawasan Tujuan Investasi

Baca: Galeri Investasi BEI Hadir di UPB. Tak Hanya Orang Kampus, Warga Umum Jadi Lebih Gampang Main Saham

Direktur PT MBKI, Sunadi mengatakan investasi awal sekitar Rp 50 miliar dari Rp 200 miliar yang direncanakan.

Keberadaan pabrik rokok itu dikatakan Sunadi akan menyedot tenaga kerja tahap awal sekitar 250-300 orang.

Pabrik rokok tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 16 hektare yang telah dibebaskan oleh pihak perusahaan.

”Pabrik ini merupakan join dua perusahaan, PT Megatama dan PT Batu Karang pada April 2018.” kata Sunadi.

Sementara itu, Sekdako Tanjungpinang, Riono menyatakan dukungan atas pembangunan tersebut.

Ia mengatakan pembangunan ini sangat membantu pemerintah dan masyarakat sekitar dalam perbaikan ekonomi.

"Kami dukung jika ini membawa kebaikan bagi kita semua. Apalagi dengan serapan tenaga kerja yang cukup banyak. Ini memberi peluang yang besar bagi anak tempatan untuk diprioritaskan sebagai tenaga kerja di pabrik ini," ujar Riono.

Riono juga berharap dengan adanya pembangunan pabrik ini akan memberi kesempatan yang baik juga kepada seluruh investor yang akan bergabung dan membangun perusahaan atau pabrik di Kota Tanjungpinang.

"Banyak sekali investor yang ingin mendirikan pabrik di Tanjungpinang. Ini awal yang baik dan diharapkan membawa virus positif yang baik juga kepada para investor baik dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi di Kota Tanjungpinang,'' kata Riono.

Terkait perizinan, Riono mengatakan perlu adanya sinergitas dan komunikasi yang baik antara BP Kawasan dengan Pemko Tanjungpinang.

"Dalam hal perizinan nanti akan kami sinergikan dengan BP Kawasan agar lebih cepat penanganannya dan disesuaikan dengan perjanjian investasi." kata Riono. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved