Kepala BP Batam Akui Masalah Keterbatasan Lahan Jadi Kendala Utama Investasi

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengakui, untuk meningkatkan investasi di Batam memang bukanlah perkara mudah.

Kepala BP Batam Akui Masalah Keterbatasan Lahan Jadi Kendala Utama Investasi
TWITTER/BP BATAM
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengakui, untuk meningkatkan investasi di Batam memang bukanlah perkara mudah.

Pasalnya ada banyak hambatan di lapangan, terutama berkaitan dengan masalah lahan.

Mengingat saat ini ketersediaan lahan yang belum dialokasikan BP Batam kepada pihak lain sangat terbatas.

"Kita kesulitan mencari lahan. Makanya yang sudah daftar (investasi), kita dorong supaya bisa masuk di kawasan industri. Tentunya ada negosiasi dengan pengelola kawasan industri,"ujarnya.

Begitupun dari sisi realisasi perizinan berusahanya. Lukita mengatakan, prinsipnya untuk investor yang melakukan perluasan atau ekspansi, tak ada masalah.

"Tapi untuk investasi baru, karena berkaitan dengan lahan," kata Lukita.

Namun pihaknya akan tetap berupaya melakukan langkah-langkah supaya investasi di Batam bisa meningkat.

Baca: Layanan OSS Diluncurkan, BP Batam Optimis Pertumbuhan Ekonomi Bisa Lebih Kencang

Baca: BP Batam Promosikan Potensi Berbagai Sektor Potensial Investasi di Rising Merdeka Week Singapura

Baca: BP Batam Layanan Keliling Mulai Beroperasi Pekan Depan. Layani IPH dan Perpanjangan UWT

Sementara itu terkait layanan Online Single Submission (OSS), Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Oka Simatupang, menyambut baik kehadirannya.

"Beberapa bulan lalu, kita dengar ada deregulasi perizinan dari sekian ribu jadi sekian ratus. Aturannya berubah supaya berusaha jadi lebih mudah," kata Oka.

Dalam pelaksanaannya, diakuinya memang masih ada yang perlu disinkronisasi.

"Tapi kami sangat sambut baik OSS. Kami ajak kawan-kawan sabar, kalaupun masih ada kendala. Kami juga berharap pemerintah daerah tak menutup perizinan yang reguler," ujarnya. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help