Pilpres 2019

Tak Boleh Abstain, Majelis Tinggi Partai Demokrat Sidang Jumat Pagi untuk Tentukan Arah Koalisi

Bagi Demokrat hal ini tentu pilihan sulit karena partai politik tidak boleh abstain. Lalu, kemana arah koalisi Partai Demokrat dalam Pilpres 2019?

Tak Boleh Abstain, Majelis Tinggi Partai Demokrat Sidang Jumat Pagi untuk Tentukan Arah Koalisi
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Jalan Kertanegara Kebayoran baru, Jakarta Selatan, Senin, (30/7/2018). 

Dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu telah diatur kewajiban partai politik maupun gabungan partai politik untuk mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Ketentuan itu diatur dalam pasal 235 ayat 5 Undang-Undang Pemilu yang berbunyi "Dalam hal partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi syarat mengajukan pasangan calon tidak mengajukan bakal pasangan calon, partai politik bersangkutan dikenai sanksi tidak mengikuti pemilu berikutnya".

Masalahnya, kemana Partai Demokrat akan berlabuh?

Jika ingin bergabung dengan kubu Jokowi, tentunya akan sulit, karena sembilan partai pendukung Jokowi menyatakan pintu sudah tertutup bagi Demokrat.

Hali ni dikatakan oleh Ketua Umum Perindo Harry Tanoesoedibjo dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

Baca: Hary Tanoe Sebut Koalisi Pemerintah Telah Menutup Pintu bagi Partai Demokrat

Romahurmuziy mengungkapkan, hingga detik terakhir penentuan cawapres Partai Demokrat belum juga bergabung.

 Padahal partai pendukung Jokowi telah memberi kesempatan.

"Kita sudah memberi kesempatan sampai dengan tadi, sebelum di sini kita membahasnya dalam kesempatan yang lebih terbatas," ungkap Romy.

"Dan kita belum mendapatkan sinyal dari partai demokrat sama sekali tentang akan bergabung," tambah Romy.

Di sisi lain, untuk bergabung dengan koalisi Prabowo-Sandi juga akan sulit.

Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief melalui akun Twitternya, tengah malam, menyebutkan bahwa Partai Demokrat menyatakan tidak berkoalisi dengan Pak Prabowo dalam Pilpres 2019.

"Bagi Pak Prabowo penghianatan itu hal biasa, bagi Partai Demokrat itu hal Prinsip," cuit Andi.

Jadi, bagaimana ujung perjuangan Pratai Demokrat, akan terjawab Jumat pagi ini.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help