PILPRES 2019

Inilah Syarat Dokter yang Lakukan Tes Kesehatan Bagi Capres dan Cawapres: Masa Kerja 15 Tahun

Ilham mengatakan, penilaian kesehatan bakal capres-bakal cawapres telah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017

Inilah Syarat Dokter yang Lakukan Tes Kesehatan Bagi Capres dan Cawapres: Masa Kerja 15 Tahun
kompas.com/Reza Jurnaliston
Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ilham Oetama Marsis dalam keterangan resminya, di Media Center, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018) 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA -Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Ilham Oetama Marsis menuturkan, tim pemeriksaan kesehatan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden dilakukan oleh tim yang terdiri dari gabungan IDI dan RSPAD Gatot Soebroto.

"Tim terdiri dari dokter spesialis, dokter gigi spesialis, dan tenaga kesehatan lain," kata Ilham dalam keterangan resminya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Hari ini, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan menjalani serangkaian tes kesehatan mulai dari mata, telinga, gigi, hingga organ dalam.

Baca: Ada Kapolsek Lubukbaja di Acara Fun Bike Bersama Awal Bros. Kompol Yunita: Saya Hobi Sepeda!

Baca: Beralasan Istri Lagi Sakit dan Sedang Hamil, Pria Ini Perkosa Bidan yang Datang ke Rumahnya

Baca: Link Live Streaming Liga 1 2018 Persija Jakarta vs PSMS Medan Minggu Sore. Kick Off Jam 15.30 WIB

Selain itu, juga akan ada pemeriksaan kejiwaan lewat psikotes serta tes bebas penyalahgunaan narkotika.

Standar pemeriksaan akan ditentukan tim dokter dari IDI.

Ilham mengatakan, penilaian kesehatan bakal capres-bakal cawapres telah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang selanjutnya diatur dengan Peraturan KPU RI Nomor 22 tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

"Di dalam peraturan KPU RI tersebut disebutkan bahwa KPU RI berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menyusun panduan teknis penilaian kemampuan rohani dan jasmani bakal calon presiden dan wakil presiden yang ditetapkan dengan keputusan KPU," kata Ilham.

Lebih lanjut, tutur Ilham, ada beberapa persyaratan untuk dapat menjadi tim pemeriksa.

Salah satunya adalah memiliki masa kerja 15 tahun atau lebih sebagai dokter spesialis, bukan anggota partai, bukan sebagai dokter pribadi bakal calon atau sebagai anggota dokter kepresidenan.

Selain itu, dokter tersebut juga telah mendapat surat tugas dari perhimpunan dokter spesialisnya.

"Seluruh tim terikat kepada sumpah dan kode etik sehingga wajib menjalankan pemeriksaan dengan profesional dan independen," ujar Ilham Oetama Marsis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dokter Tes Kesehatan Pilpres adalah Gabungan IDI dan RSPAD" 

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved