KRISIS EKONOMI TURKI

Diambang Bangkrut, Erdogan Ajak Rakyat Turki Jual Dollar dan Euro

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak rakyatnya agar menjual uang dollar AS dan euro mereka untuk ditukar dengan lira.

Diambang Bangkrut, Erdogan Ajak Rakyat Turki Jual Dollar dan Euro
AFP
Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan di Beijing untuk membahas skema perbaikan ekonomi negara yang terancam bangkrut itu di Beijing, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBATAM.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak rakyatnya agar menjual uang dollar AS dan euro mereka untuk ditukar dengan lira.

Langkah tersebut demi membantu mengangkat nilai mata uang negara tersebut yang merosot tajam setelah Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif impor baja dan aluminium atas Turki.

Erdogan, Sabtu (11/8/2018), mengajak pada rakyat Turki untuk membantu mendukung lira agar dapat memenangkan apa yang digambarkannya sebagai sebuah "perang kemerdekaan".

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (Kompas.com)

Baca: Menguat Tipis, Lira Turki Sempat Tembus 7, 24 per Dolar AS

Baca: Diambang Bangkrut, Turki Akan Dikuasai Oleh China

Baca: Berani Menentang AS dan Ancam Bakal Serang Israel, Presiden Turki Erdogan Sukses Menangkan Pemilu!

"Jika ada uang dollar di bawah bantal Anda, keluarkan. Jika ada uang euro, keluarkan. Segera berikan kepada bank untuk ditukar dengan lira Turki," seru Erdogan kepada para pendukungnya di kota Unye.

"Dengan melakukan hal ini, kita akan memperjuangkan perang kemerdekaan dan juga masa depan," tambah dia dilansir The Guardian.

Melansir Kompas.com dari Reuters.com, mata uang Turki, lira, telah dalam kekhawatiran akan terus jatuh akibat kebijakan moneter Erdogan, serta hubungan dengan AS yang semakin buruk.

Pada Jumat (10/8/2018), nilai mata uang lira telah turun hingga 18 persen.

Hal itu merupakan penurunan terbesar dalam sehari sejak krisis keuangan di Turki pada 2001.

Dampak penurunan meluas melalui pasar keuangan global, terutama pada pasar saham Eropa, yang terpukul karena para investor yang takut akan tekanan bank terhadap Turki.

Sebelumnya, Erdogan memperingatkan kepada AS agar tidak mempertaruhkan hubungannya dengan Turki.

Dia bahkan mengancam negaranya akan mencari sekutu baru.

"Kecuali AS mulai menghormati kedaulatan Turki dan membuktikan bahwa negara itu paham tentang bahaya yang sedang dihadapi bangsa kita, relasi kita bisa dalam bahaya," kata Erdogan dikutip New York Times.

"Kegagalan untuk membalikkan tren unilateralisme dan tindakan tidak hormat ini mengharuskan kami untuk mulai mencari kawan dan sekutu baru," lanjut dia.

Erdogan juga meminta rakyat Turki untuk tidak khawatir atas fluktuasi nilai tukar mata uang negara. Dia mengatakan, Turki masih memiliki beberapa alternatif dari Iran, Rusia, China, dan beberapa negara Eropa. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Erdogan Ajak Rakyat Turki Jual Dollar dan Euro"

Editor: Danang Setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help