Skandal 1MDB - Selain Kapal Pesiar, Malaysia Juga Incar Jet Pribadi Milik Jho Low di Singapura

Selain kapal pesiar, PM Mahathir Mohamad juga ingin membawa pulang jet pribadi milik Jho Low yang saat ini parkir di Singapura.

Skandal 1MDB - Selain Kapal Pesiar, Malaysia Juga Incar Jet Pribadi Milik Jho Low di Singapura
Berita Harian
Jet pribadi yang diduga milik Jho Low di Singapura 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Konglomerat asal Malaysia, Low Taek Jho alias Jho Low yang menjadi buron KPK Malaysia terkait skandal 1MDB, hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Sejumlah aset berharga milik pengusaha ini sudah disita oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat dan Malaysia, terutama yang dibeli dari uang korupsi skandal 1MDB.

Di antara kekayaan Jho Low yang disita adalah sejumlah properti mewah di AS, berlian hadiah kepada artis Miranda Kerr, lukisan mewah terhadap aktor Leonardo Dicaprio serta sejumlah artis lain.

Selain aset Jho Low, sejumlah aset milik anak tiri Najib Razak Riza Aziz juga disita Departemen Kehakiman AS terkait pencucian uang 1MDB.

Baca: PM Mahathir Akan Jual Kapal Pesiar Mewah Sitaan dari Skandal 1MDB yang Ditangkap di Indonesia

Baca: Cemburu, Suami Bacok Tangan Istri Hingga Putus, Dokter Butuh 15 Jam Untuk Menyambungkan Kembali

Baca: Skandal 1MDB, KPK Malaysia Keluarkan Perintah Penangkapan Terhadap 4 Orang, Termasuk Jho Low

Baca: Skandal 1MDB Diungkap Lagi, Pria yang Royal dan Suka Pesta dengan Artis Terkenal Ini Paling Dicari

Di Malaysia, mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang diduga terlibat dalam korupsi dana perusahaan investasi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) ini juga dalam proses pengadilan.

Kepolisian Malaysia juga sudah menyita sejumlah harta berharga milik istri najib, Rosmah Mansor, seperti uang tunai, tas mewah serta perhiasan, dalam sebuah penggeledahan, Juni lalu.

Sedangkan aset Jho Low yang saat ini disita adalah sebuah kapal pesiar mewah seharga US$1,7 juta atau sekitar Rp 23,8 miliar.

Kapal bernama Equanimity itu disita di perairan Bali, Indonesia, Februari lalu, atas permintaan Departemen Kehakiman AS melalui FBI.

Namun pengadilan Indonesia kemudian memutuskan bahwa kapal tersebut harus diserahkan kepada pemiliknya di Malaysia.

Setelah kapal itu dipulangkan ke Malaysia, pemerintahan Mahathir kemudian menyitanya dengan alasan, uang untuk pembelian kapal itu berasal dari uang negara.

Halaman
12
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help