Ungkapan Cinta dan Rayuan Maut Bung Karno Ini Bikin Perasaan Fatmawati Tak Menentu, Ini Kisahnya

Kisah ini diambil dari Buku Fatmawati, Catatan Kecil Bersama Bung Karno, Bagian I, yang ditulis sendiri oleh Fatmawati

Ungkapan Cinta dan Rayuan Maut Bung Karno Ini Bikin Perasaan Fatmawati Tak Menentu, Ini Kisahnya
Fatmawati dan Soekarno atau akrab dipanggil Bung Karno 

Setelah aku puas melihat foto, aku mencari waktu yang baik untuk minta pendapat Bung Karno dalam masalah peminangan atas diriku.

“Pak, Fat ingin minta pendapat Bapak serta pandangan Bapak tentang seorang pemuda yang ingin meminangku. Bagaimanakah sifat dan tingkah laku pemuda itu sehari-hari? Apakah sekiranya tidak ada hal-hal yang mungkin dapat menimbulkan sesuatu yang tidak baik nantinya? Kami ketahui Bapak hubungannya dekat dengan keluarga pemuda itu,” kataku.

Mendengar pernyataanku yang demikian itu Bung Karno diam saja.

Karena beliau diam aku menjadi bingung. Kenapa diam saja? Apakah sakit? Atau ada sesuatu persoalan yang sedang dipikirkannya? Pikirku.

Aku jadi serba kikuk. Mau mengulangi pertanyaan segan.

Bung Karno diam saja, kemudian menundukkan mukanya di atas meja beberapa menit. Melihat hal ini akhirnya aku beranikan diri bertanya pada Bapak.

Baca: Cuci Mobil Mewah di Sungai Agar Hemat Rp 45 Ribu, Pria Ini Nyaris Kehilangan Mobil

Baca: Ditanya Pengganti Sandiaga Uno Sebagai Wakil Gubernur, Begini Kata Anies Baswedan

Baca: 28 Bacaleg Batam Tak Lolos Verifikasi, KPU Bakal Umumkan DCS ke Publik

“Pak, apakah Bapak sakit kepala? Atau kurang enak badan?”

Bapak mengangkat kepalanya. Matanya ternyata berkaca-kaca, akhirnya berliau berkata, “Fat, sekarang terpaksa aku mengeluarkan perasaan hatiku padamu. Dengarlah baik-baik.”

Tanpa menunggu jawabanku Bapak melanjutkan pernyataan, “Begini Fat, sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu pertama kali aku bertemu denganmu, waktu kau ke rumahku dahulu pertama kali. Saat itu kau terlalu muda untuk menerima pernyataan cintaku. Oleh sebab itu aku tidak mau mengutarakannya. Nah, baru sekarang inilah aku menyatakan cinta padamu, Fat.”

Bapak diam sejenak dan terus memandangku dengan penuh perasaan, bertanya, “Apakah kau cinta padaku?”

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved