Selamat saat Kecelakaan Pesawat di Papua, Begini Kondisi Jumaidi Sekarang

Jumaidi yang kini dirawat di RS Bhayangkara, Kotaraja, Kota Jayapura, terlihat terbaring lemah. Begini kondisinya sekarang.

Selamat saat Kecelakaan Pesawat di Papua, Begini Kondisi Jumaidi Sekarang
Kompas.com/HO
Tim SAR gabungan mengevakuasi Jumaidi, remaja 12 tahun yang selamat dalam kecelakaan pesawat di Gunung Menuk, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Minggu (12/8/2018). 

TRIBUNBATAM.id, JAYAPURA - Kondisi Jumaidi, anak berusia 12 tahun yang selamat dari kecelakaan pesawat Dimonim Air PK-HVQ di gunung Mewuk, Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, kian membaik, Selasa (14/8/2018).

Jumaidi yang kini dirawat di RS Bhayangkara, Kotaraja, Kota Jayapura, terlihat terbaring lemah. Akan tetapi ia juga sudah bisa sekali-kali berkomunikasi dengan pihak keluarga.

Terlihat lengan kanannya dipasangi gips karena patah, sementara dua selang infus mengalir ke tubuh mungil Jumaidi. Salah satunya adalah infus transfusi darah.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara AKBP dr Heri Budiono menjelaskan, Jumaidi mengalami pendarahan di bagian perut, dan setelah melewati proses CT Scan, diduga kuat bagian limpanya mengalami pendarahan.

Baca: Pacar Cinta Laura Dibilang Jelek Oleh Netizen, Begini Jawaban Sang Ibu

Baca: Kecelakaan Pesawat di Papua, Remaja 12 Tahun Selamat dan Berhasil Dievakuasi

Baca: Pesawat Dimonim Air yang Hilang Kontak di Papua Ditemukan, Seorang Anak Selamat

“Observasi 1x24 jam sudah kita lakukan. Ada kecendurungan HB-nya turun, kami duga itu disebabkan karena ada pendarahan di bagian dalam tubuh, sehingga harus segera dilakukan tindakan operasi untuk mencari tahu sumber pendarahan," katanya.

Heri menduga, sumber dari pendarahan itu berasal dari bagian limpa Jumaidi yang bermasalah akibat adanya benturan keras saat kecelakaan terjadi.

"Operasi saat ini juga akan kita lakukan agar kondisinya segera membaik," paparnya.

Jumaidi adalah satu-satunya korban selamat akibat kecelakaan Pesawat Dimonim PK-HVQ yang terbang dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel menuju Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Sabtu lalu.

Walau selamat, Jumaidi harus kehilangan ayahnya, Jamaluddin (42) yang ditemukan tewas bersama 7 korban lainnya. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jumaidi, Korban Kecelakaan Pesawat Dimonim Harus Jalani Operasi limpa"

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved