KRISIS EKONOMI TURKI

Kremlin Dukung Turki Buang Dolar AS. Pengamat: Trump Mengirimkan Badai Turki ke AS

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berencana akan "membuang" dolar dalam setiap transaksi perdagangan luar negeri dengan sejumlah negara.

Kremlin Dukung Turki Buang Dolar AS. Pengamat: Trump Mengirimkan Badai Turki ke AS
worldbulletin.net
Krisis ekonomi Turki. ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, MOSKOW - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berencana akan "membuang" dolar dalam setiap transaksi perdagangan luar negeri dengan sejumlah negara.

Erdogan mengumumkan, Turki sedang bersiap untuk melakukan perdagangan menggunakan mata uang Lira dengan China, Rusia dan Ukraina karena nilai tukar yang lebih wajar dan fair dibandingkan dolar AS.

Rencana tersebut ternyata mendapat dukungan dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kremlin mengatakan bahwa Rusia lebih menyukai perdagangan bilateral dengan semua negara dalam mata uang nasional mereka, daripada dolar.

Tetapi bahwa gagasan itu membutuhkan kerja rinci sebelum dilaksanakan.

Lira Turki merosot ke rekor terendah baru 7,24 terhadap dolar di awal perdagangan Asia Pasifik Senin.

Baca: Presiden Erdogan Melawan, Turki Akan Boikot Produk Elektronik AS, Termasuk iPhone

Baca: Nilai Tukar Uang Lira Anjlok, Presiden Erdogan Tuding Ada Skenario Licik untuk Jatuhkan Turki

Baca: Hanya Gara-gara Kicauan Trump, Lira Turki Pendarahan Hebat. Kebangkrutan di Depan Mata

Baca: Diambang Bangkrut, Turki Akan Dikuasai Oleh China

Investor dilanda kekhawatiran besar terhadap ekonomi Turki sehingga berlomba-lomba membeli dolar setelah Presiden Amerika Serikat mengeluarkan statemen "perang dagang" terhadap Turki.

Presiden Trump pada Jumat lalu mengawtakan akan menerapkan tarif baru untuk impor alumunium dan baja dari Turki sekitar 20 persen dan 50 persen.

Pernyataan Trump tersebut langsung menimbulkan guncangan pasar sehingga Lira merosot 40 persen tahun ini.

Pernyataan Trump melalui Twitter tersebut menuai banyak kecaman karena menggunakan senjata ekonomi dalam masalah politik yang dihadapi kedua negara.

Halaman
123
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved