Kain Tenda dan Sprei, Ternyata Begini Sejarah Pembuatan Bendera Pusaka Jahitan Ibu Fatmawati

Selalu ada yang menarik dari cerita sejarah masa lalu. Termasuk sejarah sang saka merah putih yang dijahit Ibu Fatmawati.

Kain Tenda dan Sprei, Ternyata Begini Sejarah Pembuatan Bendera Pusaka Jahitan Ibu Fatmawati
ISTIMEWA
Pengibaran bendera pusaka merah putih saat Proklamasi Kemerdekaan 

TRIBUNBATAM.id - Selalu ada yang menarik dari cerita sejarah masa lalu. Termasuk sejarah sang saka merah putih yang dijahit oleh Ibu Negara pertama RI yakni NY Fatmawati.

Dalam keterbatasan saat itu, mungkin tak banyak yang tahu jika bendera yang berkibar untuk pertama kalinya 72 tahun lalu itu ternyata bekas kain tenda sebuah warung kaki lima.

Seorang pelaku sejarah, Brigjen TNI (Purn) Lukas Kustaryo menuturkan bagaimana lika-likunya saat ia berupaya mencari kain merah untuk bendera pusaka.

Konon, ide ini pun muncul secara tiba-tiba.

Kala itu dari kancah romusha di Bayah, Banten Selatan, Shodanco Lukas diberi tugas secara inkognito membawa surat pribadi Tan Malaka untuk Bung Karno di Jakarta.

Sesampainya di Jl. Pegangsaan Timur no. 56, Kustaryo melihat Ny. Fatmawati menjahit bendera merah putih.

Saat itu bulan Agustus 1945, para tokoh pergerakan memang sudah terlihat sibuk mempersiapkan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca: Tahun Depan, Gaji Pokok ASN dan Pensiunan Naik. Segini Besarannya

Baca: WOW, Selama 7 Bulan Sudah 1.141 Pasangan Suami Istri di Batam Ajukan Cerai

Baca: Beginilah Detik-detik Menjelang Tenggelamnya KMP Bandeng di Halmahera Utara

Apalagi di kediaman Bung Karno terlihat kesibukan yang tidak seperti biasanya.

"Tapi saya lihat benderanya terlalu kecil, kira-kira hanya berukuran panjang setengah meter. Dalam hati saya berkata, kayaknya nggak pantas. Untuk proklamasi kok benderanya tak begitu bagus," begitu ujar Kustaryo seperti dilansir dari Majalah Intisari.

Karena tidak tega melihat bendera kecil itulah, atas inisiatif sendiri laskar Peta Pacitan ini beniat mencari kain yang lebih besar untuk bendera.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved