Pembunuhan Abang Tiri Pemimpin Korut

Kisah Siti Aisyah Jadi Tumbal Pembunuhan Kim Jong-Nam dan Teledornya Polisi Malaysia

Siti Aisyah dan Doan Thi Huang yang menjadi tumbal konspirasi untuk menghabisi Kim Jong. Delapan pria WN Korea Utara tak tertangkap hingga saat ini.

Kisah Siti Aisyah Jadi Tumbal Pembunuhan Kim Jong-Nam dan Teledornya Polisi Malaysia
Bernama
Siti Aisyah (kiri) dan Doan Thi Huong (kanan) tiba di kompleks Pengadilan Sepang, Malaysia, Rabu (1/3/2017) dengan pengawalan ketat polisi. 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Nasib Siti Aisyah, warga negara Indonesia, dan Doan Thi Huang, WN Vietnam, akan ditentukan Kamis (16/8/2018) hari ini, di Pengadilan Tinggi Malaysia, Shah Alam, Kuala Lumpur.

Siti Aisyah dan Doan Thi Huang dituntut hukuman mati terkait pembunuhan Kim Jong-Nam, abang tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, pada 13 Februari 2017 lalu.

Siti Aisyah dan Doan Thi Huang yang diduga bagian dari konspirasi agen-agen Pyongyang untuk menghabisi Kim Jong-Nam terpaksa menjadi tumbal agen rahasia Korea Utara.

Pasalnya, delapan pria lain yang diduga menjadi otak pembunuhan Kim Jong-Nam, hingga saat ini tidak berhasil ditangkap oleh kepolisian Malaysia.

Bahkan, kepolisian Malaysia juga boleh dibilang teledor karena sempat menangkap seorang warga Korut yang diduga terlibat, namun justru dideportasi karena penyelidikan awal tidak terlibat.

Namun belakangan, pria tersebut ternyata saksi penting untuk mengungkapkan kasus ini.

Baca: Siti Aisyah, Terdakwa Pembunuhan Kim Jong-nam, Abang Tiri Pemimpin Korut, Divonis Besok Pagi

Baca: 8 Fakta Siti Aisyah yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Karena Membunuh Kim Jong-nam

Baca: Tak Ada Penawar, Kim Jong Nam Tewas 15 Menit Setelah Terpapar Gas VX

Baca: TERUNGKAP! Ternyata Racun Ini yang Menewaskan Kim Jong Nam dalam Sekejap

Kim Jong-Nam tewas dibunuh menggunakan racun syaraf VX di Terminal 2 Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia, 13 Februari 2017, saat hendak terbang ke Macau.

Siti Aisyah dan Thi Huang mengaku tidak tahu kalau yang dioleskan tersebut adalah racun mematikan yang tidak digunakan lagi sejak Perang Dunia II.

Mereka hanya ditawarkan menjadi artis untuk melakukan adegan “prank” atau mengerjai orang lain, untuk reality show, sepetri yang sering dilakukan stasiun televisi dan media sosial.

Akting seperti ini pun sudah pernah mereka lakukan sebelumnya.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved