Turki Tetap Tolak Bebaskan Pendeta AS, Ini Ancaman Donald Trump

Donald Trump kembali angkat bicara terkait penolakan Turki membebaskan pendeta Andrew Brunson.

Turki Tetap Tolak Bebaskan Pendeta AS, Ini Ancaman Donald Trump
Saul Loeb / AFP
Presiden AS Donald Trump 

TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON DC - Penolakan Pengadilan Turki membebaskan Pendeta Andrew Brunson asal Carolina Utara membuat Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump angkat bicara.

Trump menyebut pemerintahannya bakal memperjuangan pembebasan pendeta yang ditahan otoritas Turki.

Komentar Trump muncul setelah Turki menolak permintaan bebas yang diajukan Pendeta Andrew Brunson asal Carolina Utara.

Dilansir Reuters Jumat (17/8/2018), kepada wartawan di Gedung Putih, Trump mengatakan seharusnya Turki sudah menyerahkan Brunson. 

"Dalam opini saya, mereka sudah melakukan tindakan yang sangat, sangat, sangat sembrono," tutur presiden 72 tahun itu.

Baca: Termasuk Paling Menyeramkan, Beginilah Kekuatan Udara Turki Saat Ini

Baca: Meski Terus Ditekan, Turki Tetap Tolak Bebaskan Pendeta AS

Baca: Ternyata Turki Miliki Kapal Perang Siluman Buatan Sendiri. Inilah Kehebatannya

"Kami tidak sekadar berdiam diri saja dan membiarkan semuanya berlalu. Mereka tak bisa seenaknya menahan warga kami," tegas Trump.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Steven Mnuchin menyatakan Washington siap untuk menjatuhkan sanksi baru jika Brunson tak kunjung dibebaskan.

Menteri 55 tahun itu berkata, Trump berkata bahwa Turki bukanlah sekutu yang baik.

Sebabnya, AS sudah membebaskan banyak warga Turki atas permintaan Erdogan.

Dia merujuk kepada desakan Trump kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melepas Ebru Ozkan, warga yang dianggap bersekongkol dengan Hamas.

"Kami mengeluarkan orang untuk dia. Namun, dia tidak melakukan hal yang sama ketika kami meminta tolong. Tidak adil namanya," keluh Mnuchin.

Brunson, pendeta Gereja Presbyterian, ditangkap karena dianggap terlibat dalam upaya kudeta menggulingkan Erdogan yang gagal di 2016.

Selain menjatuhkan sanksi kepada dua menteri Turki, Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan penggandaan tarif bea masuk baja dan aluminium.

Keputusan Trump membuat mata uang Turki, lira, merosot hingga 16 persen dibanding dolar AS pada pekan lalu. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trump Sebut Turki Bertindak Sembrono dengan Tak Bebaskan Pendeta AS", 

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved