Home »

News

IDUL ADHA 2018

Inilah Niat Puasa Tarwiyah, Senin 8 Dzulhijjah 1439 H atau 20 Agustus 2018 Jelang Idul Adha 2018

10 hari di awal bulan Dzulhijjah, mulai 13 Agustus 2018 hingga 22 Agustus 2018 nanti, dikenal sebagai hari-hari emas

Inilah Niat Puasa Tarwiyah, Senin 8 Dzulhijjah 1439 H atau 20 Agustus 2018 Jelang Idul Adha 2018
NU ONLINE
ilustrasi puasa 

TRIBUNBATAM.id - Saat ini kita sedang berada di bulan Dzulhijjah dalam penanggalan Arab atau Islam. Di bulan Dzulhijjah ini, selain ibadah haji dan kurban ada lagi ibadah sunnah yang bisa dilakukan umat Islam seperti puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah hingga puasa Arafah.

Disebutkan jika di 10 hari di awal bulan Dzulhijjah, yakni mulai 13 Agustus 2018 hingga 22 Agustus 2018 nanti, dikenal sebagai hari-hari emas.

Perlu diperhatikan tanggal pelaksanaan puasa tarwiyah. Juga harus diperhatikan niat puasa tarwiyah jelang Idul Adha 2018 ini.

Baca: Tata Cara & Keutamaan Puasa Arafah di Bulan Dzulhijjah: Dihapuskan Dosa Setahun Lalu dan Akan Datang

Baca: Inilah Niat dan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Dzulhijjah Jelang Hari Raya Idul Adha 1439 H

Ada beberapa amalan sunnah yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah.

Salah satunya adalah dengan menunaikan puasa sunnah.

Banyak sekali keutamaan serta pahala selama 10 hari awal di bulan Dzulhijjah.

Dikutip dari NU Online dalam artikel diterbitkan pada 26 Desember 2006, khusus puasa Tarwiyah adalah salah satu puasa sunah yang dianjurkan sekali untuk dilaksanakan di bulan mulia ini.

Baca: Turun Langsung ke Sawah, Nurdin dan Wabub Bintan Panen Raya Padi di Poyotomo

Baca: Defia Rosmianiar Sumbang Emas Pertama Untuk Indonesia di Asian Games 2018, Ini Deretan Prestasinya

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari Tarwiyah yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah yang tahun ini bertepatan pada Senin (20/8/2018).

Ini didasarkan pada satu redaksi hadits yang artinya bahwa puasa pada hari Tarwiyah bisa menghapuskan dosa satu tahun dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun.

Dikatakan hadits ini daif (kurang kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang daif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla'ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan) dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah akidah dan hukum.

Lagi pula hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa.

Halaman
1234
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help