MOTOGP

Saat Valentino Rossi Mulai Balapan, 2 Muridnya Masih Balita. Pada MotoGP 2019 Jadi Pesaing Berat

Pada MotoGP 2019 tahun depan, pebalap Valentino Rossi akan dikepung oleh para pebalap muda yang usianya hampir separuh dari The Doctor.

Saat Valentino Rossi Mulai Balapan, 2 Muridnya Masih Balita. Pada MotoGP 2019 Jadi Pesaing Berat
TWITTER/YAMAHA MOTOGP
Valentino Rossi bersama motornya Yamahanya 

Pertama, jika kondisi sirkuit lebih banyak tikungan, ketenangannya dalam mengendalikan motor atau karena faktor lawan yang gagal finis, terutama Lorenzo atau Dovizioso.

Lorenzo sudah dua kali jatuh, sementara Dovizioso tiga kali sepanjang musim MotoGP 2018.

Tentu saja, buruknya performa The Doctor akan menjadi masalah serius bila musim 2019 tak juga mendapatkan apa yang diinginkannya.

Bahkan, rekan satu timnya, Maverick Vinales jauh lebih buruk karena semakin terdegradasi ke papan tengah klasemen.

Vinales saat ini berada di posisi 5 dengan 113 poin.

Setidaknya ada tiga pebalap yang mengancamnya saat ini, yakni pebalap Pramac Ducati Danilo Petrucci (105), Johann Zarco dari Monster Yamaha Tech3 (104) serta pebalap LCR Honda Cal Crutchlow (103).

Dari sejumlah pebalap Moto2 yang naik kelas pada musim 2019, hanya adik Alex Marquez saja yang menolak promosi ke MotoGP karena adik Marc Marquez ini merasa belum siap.

Joan Mir dan Marc Marquez (Crash.net)

Sementara, para pebalap muda yang sudah terdaftar di seri Grand Prix musim depan adalah Miguel Olivera (23) yang akan bergabung bersama KTM bersama Hafizh Syahrin.

Kemudian Joan Mir (20) yang akan tandem bersama Alex Rins di Suzuki.

Tim satelit Yamaha, SIC Angel Nieto juga akan diisi oleh dua pebalap muda Franco Morbidelli (23) serta Fabio Quartararo (19).

Musim MotoGP 2019 diperkirakan semakmin kompetitif karena hampir seluruh pabrikan akan memberikan mesin terbaik mereka untuk para tim-tim satelit.

Honda dan Ducati, misalnya, sudah berkomitmen untuk tidak membedakan motor tim pabrikan dan satelit sehingga para pebalap dan tim paddock merekalah yang akan menentukan, apakah mereka siap bersaing atau tidak.

Alasannya, jika tim pabrikan dan tim satelit diperlakukan sama, akan melahirkan banyak pebalap baru, sehingga mereka tak akan susah mencari pebalap.

Contoh nyata adalah Danilo Petrucci yang tahun depan akan menjadi tandem Dovizioso di Ducati setelah tampil trengginas di Pramac. 

Jika tim satelit mampu menunjukkan performa terbaiknya, seterti yang diperlihatkan Tech3, tentu saja akan menjadi wajah buruk bagi Yamaha jika mereka tetap membeda-bedakan antara tim pabrikan dengan satelit.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help