Bintan Terkini

Sempat Dikira Korban Begal, Foto Pria Penuh Luka Ternyata Dianiaya

sepotong gambar pria dengan kulit robek tersungkur beredar di facebook dan membuat pengguna media sosial di Bintan kaget

Sempat Dikira Korban Begal, Foto Pria Penuh Luka Ternyata Dianiaya
Tribun Batam/ Istimewa
Ilustrasi Pembacokan

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Teka teki siapa pria bersimbah darah di Km 20 Sei Lekop, Kabupaten Bintan dengan luka bacokan di punggung terjawab. Pria tersebut diketahui bernama Edi Riswandi, warga kampung Banjar Baru, Kecamatan Gunung Kijang. Edi menjadi korban pembacokan oleh Syahril (30), warga di Km 20 Sei Lekop.

Sebelumnya, Sabtu (18/8/2018), sepotong gambar pria dengan kulit robek tersungkur beredar di facebook dan membuat pengguna media sosial di Bintan kaget.

Sempat beredar di medsos kalau gambar pria dengan luka sayatan merupakan korban begal. Pro kontra bermunculan, ada yang membantah kalau pria di foto tersebut korban begal di Km 20. Sepengetahuan warga di sana, tidak pernah terdengar ada peristiwa pembegalan.

Baca: BMKG Rilis Gempa-gempa Susulan Guncang Lombok Setelah Gempa 7 SR Minggu Malam

Baca: Larut Dalam Kegembiraan, Inilah Keseruan Harlah Jowo Manunggal ke 10

Baca: Anak PM Mahathir Minta LGBT Diberi Persamaan Hak, Dokter Cantik Ini Tulis Surat Terbuka yang Menohok

Amatan di medsos sejak foto-foto itu beredar dan di share banyak orang, pengguna medsos di Bintan mempertanyakan peristiwa begal tersebut.

"Masa sich di Kijang ada begal, baru dengar juga ada begal," ungkap pengguna medsos.

"Hoax, tak ada begal di Km 20," ungkap pengguna akun medsos lain.

Bila bukan begal, lantas apa?

Keterangan Polsek Bintim, pria dalam foto itu adalah Edi Riswandi. Dia merupakan korban tindak penganiayaan berat.

Pelaku adalah Syahril (30). Pria ini terdata sebagai warga Jalan Nusantara Km 20 Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur. Ia sudah diringkus polosi di rumahnya di RT 01, RW 04, Kelurahan Sei Lekop, Kijang sejak Jumat atau tiga haru lalu.

Dari tangannya, petugas menyita sejumlah barang bukti yang digunakan untuk menganiaya korban saat kejadian.

Halaman
12
Penulis: Aminnudin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help