Tanjungpinang Terkini

151 Hewan Kurban di Tanjungpinang Tidak Layak Kurban. Ini imbauan Dinas Peternakan

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang mendata ada 861 ekor hewan kurban yang masuk ke Kota Tanjungpinang.

151 Hewan Kurban di Tanjungpinang Tidak Layak Kurban. Ini imbauan Dinas Peternakan
tribunbatam/munirul ikhwan
Ilustrasi. Hewan sapi yang banyak dijual jelang Idul Adha 

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG - Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang mendata ada 861 ekor hewan kurban yang masuk ke Kota Tanjungpinang.

Jumlah tersebut setidaknya tersebar di 18 titik penampungan.

Kepala DP3 Raja Khairani menjelaskan, dari jumlah tersebut hasil pemeriksaan, ada 710 ekor sapi dinyatakan sehat dan layak (SL) untuk dikurban. Sisanya sebanyak 151 ekor dinyatakan tidak sehat dan tidak layak.

"Antara lain disebabkan karena tidak cukup umur, terlalu kurus, sakit dan betina ada juga beberapa yang tidak diperiksa karena dilepas di luar," katanya, Senin (20/8/2018).

Selain itu, untuk kambing terdata sebanyak 1002 ekor.

Selanjutnya untuk hewan kurban yang TSL tersebut tidak bisa dibuat kurban. Karena tidak memenuhi syarat.

Oleh karena itu pemilik bisa menggemukkan sapinya yang kurus untuk kembali dijual saat momen kurban tahun berikutnya.

Kemudian yang tidak cukup umur juga bisa dipelihara sampai cukup. Sedangkan sapi betina produktif memang tidak boleh dipotong.

"Jadi kurban itukan ada syarat dan ketentuan. Jadi ini mesti diperhatikan. Jadi masyarakat kita imbau untuk membeli hewan kurban yang SL," katanya.

Kemudian untuk pemotongan saat hari Idul Adha, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan ke tempat tempat pemotongan.

Sekitar 20 orang petugas gabungan yang turun kelapangan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan daging kurban benar-benar aman untuk dikonsumsi.

"Soal mekanisme pengelolaan kita sudah lakukan sosialisasi. Seperti tidak mencampurkan antara jeroan dan daging saat mengolah kurban. Sehingga daging tetap steril. Kita minta itu diperhatikan. Nanti saat hari H kita lakukan pemeriksaan daging dan hati. Apakah ada cacingnya atau tidak. Ini untuk menjaga agar daging benar-benar aman dikonsumsi," katanya. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved