Pilpres 2019

Andi Arief Dipanggil Bawaslu sebagai Saksi Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno

Cuitan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief soal “jenderal kardus” berbuntut panjang

Andi Arief Dipanggil Bawaslu sebagai Saksi Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno
Tribunnews
Andi Arief 

"Belum melakukan pemanggilan (terhadap Sandiaga Uno)," tutur Ratna.

Diketahui sebelumnya, Andi Arief selaku Wasekjen Partai Gerindra, melalui kicauan Twitternya menyebut adanya politik transaksional yang melibatkan Sandiaga Uno, PAN dan PKS.

Andi mengatakan jika Sandiaga telah memberikan uang sebesar Rp 500 miliar masing-masing kepada PKS dan PAN agar bersedia mendukung namanya sebagai cawapres Prabowo.

Tanggapi tuduhan tersebut, baik Sandiaga Uno, PAN dan PKS mengatakan bahwa hal tersebut merupakan tudingan fitnah.

Andi Arief menyatakan jika dirinya diperintah partainya untuk bicara mengenai dugaan mahar Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno ke PAN dan PKS.

"Saya ingin menyatakan bahwa saya diperintah partai untuk bicara ini," kata Andi Arief sebagaimana dilansir dari tayangan 'Sapa Indonesia Malam' KompasTV, Senin (13/8/2018).

Tanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan suara resmi partai hanya bersumber dari Ketua Umum atau Sekjen dan atas seizin Ketua Umum.

"Saya tidak mau lagi masuk polemik itu dan sudah selesai. Demokrat selalu mengedepankan politik beretika. Suara resmi partai hanya akan bersumber dari Ketua Umum atau dari Sekjen atas seizin Ketua Umum," ujar melalui pesan singkat, Selasa (14/8/2018).(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved