Batam Terkini

Hina Jokowi, Warga Ini Diadili di Pengadilan Batam. Saksi Gugup Jawab Pertanyaan

terdakwa menulis, karena merasa kesal dengan Joko Widodo sebagai Presiden yang tidak menepati janji-janjinya

Hina Jokowi, Warga Ini Diadili di Pengadilan Batam. Saksi Gugup Jawab Pertanyaan
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Dendi Januardi terdakwa dalam perkara ITE, yang menyebarkan ujaran kebencian terhadap Presiden RI Joko Widodo, mendengatkan keterangan saksi dalam sidang di PN Batam, Senin (20/8/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -Dendi Januardi terdakwa dalam perkara informasi dan transaksi elektronik (ITE), yang menyebarkan ujaran kebencian terhadap Presiden RI Joko Widodo, disidangkan di ruang Mudjiono Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (20/8/2018).

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi itu, dipimpin oleh hakim Jasael. Jasael terlihat seorang diri saat memipin sidang dan dihadiri jaksa penuntut umum (JPU) Susanto Martua. Sementara terdakwa Dendi Januardi sendiri didampaingi penasihat hukum (PH) Hanafi.

Ramli saksi yang dihadrikan dalam persidangan itu langsung ditanya JPU seputar akun facebook. Saksi mengaku bahwa akun facebbok itu merupakan jual-beli televisi, yang pernah berhubungan dengan terdakwa.

"Apakah saudara mengetahui kalau akun facebook Aji Permana Poetra milik saudara terdakwa?," tanya JPU Susanto.

"Begini saksi, anda ini kan penjual beli televisi. Terdakwa juga pernah memasarkan televisi lewat akun fb Aji Permana Poetra. Jadi memastikan saja, memang akun Aji Permana Poetra dikelolah atau milik terdakwa," kata JPU.

Sementara saksi Ramli terlihat gugup dalam persidangan itu.

"Iya saya kenal," jawab Ramli spontan.

Baca: Krisis Keuangan, Turki Kehilangan Sepertiga Konglomerat Termasuk Trump dari Turki

Baca: Gegara Sewa PSK, 4 Atlet Asian Games 2018 Jepang Dipulangkan. Ini Kata Presiden Olimpiade Asia

Baca: Minta Sikap Dewan Kawal Persolan, Nelayan Gunung Kijang Unjuk Rasa di DPRD Bintan

JPU, hakim dan PH terdakwa mencecar pertanyaan kepada saksi Ramli. Ramli pun menjawab, meski terlihat gugup. Usai pemeriksaan saksi Ramli, hakim Jasael menutup sidang dan kembali digelar Senin (27/8/2018) dengan pemeriksaan saksi.

Terdakwa, didakwa oleh JPU pasal berlapis. Yakni Pasal 45a Ayat(2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi Elektronik, jo Pasal 14 Ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 14 Ayat(2) UU RI Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU, terdakwa Dendi Januardi melalui akun facebook yang dikelolahnya dengan nama Aji Permana Poetra, memposting berupa hinaan kepada Presiden Jokowi. Dengan memposting kata-kata, Sabu 250 ton itu pesanan Jokowi, digagalkan Buwas, makanya Buwas diganti Jokowi, karena menggagalkan rencananya.

Terdakwa menulis, karena merasa kesal dengan Joko Widodo sebagai Presiden yang tidak menepati janji-janjinya seperti, tidak membuka kran impor dan lain-lain.

Kemudian, pada 4 Maret 2018, Kristie Sugama Manurung yang merupakan anggota patroli cyber Polda Kepri, melakukan pengecekan atau disebut patroli cyber.

Anggota polisi ini menemukan sebuah akun facebook yang bernama Aji Permana Poetra. Dilacak dan ditemukan. Dari sini lah awal penangkapan terdakwa.

Untuk menetapkan terdakwa yang sebelumnya tersangka di tingkat penyidikan kepolisian, Polda Kepri mendatangkan ahli Bahwa Sofyian Kurniawan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved