PILEG 2019 KEPRI

Dua Kali Salah Masukkan Data, Ini Kata Ketua KPU Kota Batam Soal DPT

Jumlah DPT di Batam menyusut 4.560 pemilih dibanding DPSHP, 642.730 pemilih dan 2.950 TPS yang ditetapkan pada 22 Juli 2018

Dua Kali Salah Masukkan Data, Ini Kata Ketua KPU Kota Batam Soal DPT
TRIBUNBATAM/ALFANDI SIMAMORA
Ketua KPU Batam Syahrul Huda 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam akhirnya menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 638.170 pada rapat pleno terbuka rekapitulasi DPSHP akhir dan penetapan DPT Pemilu Tahun 2019 yang kedua, di Kantor KPU Kota Batam, Selasa (2108/2018).

Ketua KPU Kota Batam,Syahrul Huda menjelaskan pada rapat pleno kedua ini adalah rapat pleno lanjutan, setelah sehari sebelumnya mengalami penundaan. Penyebabnya karena data tidak sinkron dengan data rekapitulasi PPK, sebagaimana yang dipegang Bawaslu dan saksi dari Parpol.

Baca: Kader Parpol Lakukan Pencitraan, Bawaslu Siap Turunkan Baliho

Baca: Tak Penuhi Syarat, 16 Bakal Caleg DPRD Ajukan Sengketa. Begini Alasannya

Baca: Pemilih Pria Lebih Banyak Jumlahnya, KPU Batam Tetapkan 638.170 DPT

Adanya ketidaksinkronan data pemilih sementara itu pernah diprotes oleh PDI-P Kota Batam, yakni dari data Rekapitulasi DPS dalam pleno yang digelar pada 20 Juni 2018 di Kantor KPU Kota Batam. Kesalahan rekap itu, kemudian mempengaruhi hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU Kepri.

Setelah adanya keberatan, pihak KPU Kepri menggelar pleno kedua, dimana saat itu Ketua KPU Kepri, Sriwati mengakui adanya ketidaksinkronan itu karena kesalahan komisioner KPU Kota Batam yang salah memasukkan data. Data yang mestinya sesuai rekapituasi PPK, justru dimasukkan dari data sidalih yang belum sempurna.

Data DPS itulah yang kemudian direvisi menjadi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP), dan akhirnya kini dipelnokam menjadi DPT.

Bagaimana sampai dua kali KPU Batam terjadi kesalahan memasukkan data?

Terkait dengan perbedaan data tersebut, Ketua dari PPK Batam Kota sudah menyampaikan langsung kepada seluruh perwakilan Parpol dan Bawaslu yang hadir untuk mengklarifikasi terkait dimana sebenarnya letak perbedaan tersebut.

"Jadi sesungguhnya perbedaan itu tidak mempengaruhi data DPT sebagaimana yang disampaikan KPU semalam. Hanya perbedaan penulisan di berita acara saja. Sehingga ketika salah memasukkan data rekapan itu, ada selisih atau perbedaan. Angka keseluruhan dari kecamatan Batam Kota yang jumlahnya 95.612 ,"katanya, Selasa (21/08/2018).

Dia juga menyampaikan, terkait dengan jumlah penyusutan data yang mencapai 4.560 pada pleno hari sebelumnya, KPU sudah mengklarifikasi dan memberikan data kepada pihak Bawaslu Batam. Yakni terkait data mana saja yang dihapus dan mengapa dihapus.

"Hal ini sudah kita jelaskan kepada pihak Bawaslu. Juga sudah kita berikan data mana saja yang kita dihapus, dan data yang dihapus tersebut salah satunya adalah data ganda,"tuturnya.

Ditegaskan Ketua KPU Batam, Syahrul Huda, pada rapat kedua saat ini KPU Kota Batam menetapkan DPT sebanyak 638.170 orang yang tersebar di 2.923 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Jumlah ini menyusut 4.560 pemilih dibanding daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) 642.730 pemilih dan 2.950 TPS yang ditetapkan pada 22 Juli 2018 lalu,"tuturnya.

Dia juga menyebutkan, untuk DPT Pria itu berjumlah 321.012 orang. Sedangkan untuk DPT perempuan 317.158 orang.

"Lebih banyak jumlah DPT Pria dibandingkan DPT Perempuan,"ungkapnya.(*)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Purwoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved