Kapal Vietnam Paling Banyak Ditenggelamkan, Tangkapan Natuna Terbanyak

Penenggelaman kapal ilegal fishing serentak di 11 lokasi, termasuk di Kepri. Kapal Vietnam paling banyak ditenggelamkan

Kapal Vietnam Paling Banyak Ditenggelamkan, Tangkapan Natuna Terbanyak
tribunbatam/septyan mulia rohman
Kondisi kapal ilegal fishing yang ditenggelamkan di Kepri, Senin (20/8/2018) 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-‎Penenggelaman kapal ikan yang terbukti menangkap ikan secara ilegal, serentak dilakukan di 11 lokasi, Senin (20/8/2018).

Berpusat di Bitung, Pemerintah Pusat punya alasan mengapa penenggelaman yang di bawah komando Menteri Kelautan dan Perikanan dilaksanakan di sana.

Selain wilayah perairan Sulawesi Utara merupakan salahsatu wilayah merah illegal fishing, perairan Sulawesi Utara ini diharapan dapat meningkatkan motivasi aparat penegak hukum baik TNI AL, Polri, PSDKP dan Bakamla untuk meningkatkan pengamanan wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca: Krisis Keuangan, Turki Kehilangan Sepertiga Konglomerat Termasuk Trump dari Turki

Baca: Perang Ekonomi, China-Rusia Patungan Menambang Emas Besar-besaran. Targetnya Lumpuhkan Amerika

Baca: BP Batam Bakal Bentuk Unit Khusus Pariwisata, Ini Bocorannya!

"Wilayah perairan Sulawesi Utara menjadi fishing zone kapal-kapal pencuri ikan dari beberapa Negara untuk mengambil Kekayaan sumber daya perikanannya yang kaya,

terutama komoditas tuna dan cakalang," ujar DR. Aryo Hanggono staf ahli menteri bidang ekologi dan sumber daya laut Kementrian Kelautan dan Perikanan saat berada di Lanal Tarempa Selasa (21/8/2018).

Dari sebelas lokasi penenggelaman yang dilakukan secara serentak di Indonesia, keseluruhan kapal yang ditenggelamkan mencapai 125 kapal dimana daerah Bitung sebanyak 15 kapal.

Jumlah kapal paling banyak yang ditenggelamkan berada di daerah Natuna/Ranai dengan jumlah 40 kapal disusul dengan Tarempa/Anambas sebanyak 23 kapal.

Penenggelaman kapal ini dilakukan berdasarkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap untuk 116 kapal dan berdasarkan penetapan pengadilan untuk sembilan kapal.

"Untuk di Tarempa baru dilaksanakan empat kapal. Sembilan belas lainnya dalam beberapa hari kedepan prosesnya akan ditenggelamkan sampai tanggal 24 Agustus 2018. Akan ditenggelamkan di lokasi yang sama," ungkapnya.

Ia mengatakan, jumlah 125 kapal yang ditenggelamkan mayoritas merupakan kapal perikanan berbendera asing dengan jumlah 120 kapal.

Halaman
12
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help