Pilpres 2019

Kubu Jokowi dan Prabowo Pakai Jasa Jenderal, Dua Mantan Panglima TNI Adu Siasat

Pilpres 2019 mendatang akan menjadi ajang kompetisi antara purnawirawan TNI yang ada di kubu Prabowo Subianto dan Joko Widodo

Kubu Jokowi dan Prabowo Pakai Jasa Jenderal, Dua Mantan Panglima TNI Adu Siasat
Tribunnews.com/NICOLAS MANAF
Jokowi dan Prabowo 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA-Pilpres 2019 mendatang akan menjadi ajang kompetisi antara purnawirawan TNI yang ada di kubu Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Seperti diketahui dua capres tersebut didukung oleh beberapa tokoh mantan jenderal TNI.

Salah satunya Djoko Santoso di kubu Prabowo Subianto yang berpeluang menduduki posisi ketua tim pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Baca: GPS Bikin Boros Baterai Ponsel, Jangan Panik Begini Cara Menghematnya

Baca: Inilah Perbandingan Kekayaan Keluarga Kerajaan Saudi dan Kerajaan Inggris, Saudi Lebih Kaya!

Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto naik kuda di Hambalang, Senin (31/10/2016).
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto naik kuda di Hambalang, Senin (31/10/2016). (Tribunnews)

Baca: Krisis Keuangan, Turki Kehilangan Sepertiga Konglomerat Termasuk Trump dari Turki

Baca: Perang Ekonomi, China-Rusia Patungan Menambang Emas Besar-besaran. Targetnya Lumpuhkan Amerika

Mantan Panglima TNI periode 2007-2010 itu berpeluang menghadapi mantan PanglimaTNI periode 2013-2015 di kubu Jokowi yaitu Moeldoko.

Moeldoko sendiri dipastikan menjadi Wakil Ketua Tim Pemenangan kubu Jokowi-Ma’ruf Amin.

Djoko Santoso di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (20/8/2018)
Djoko Santoso di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (20/8/2018) (Tribunnews.com/ Rizal Bomatama)

Saat ditemui di Kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan pada Senin (20/8/2018), Djoko Santoso memuji sosok Moeldoko.

“Ini bukan pertarungan, hanya kompetisi saja, kompetisi dalam Pilpres, Moeldoko itu anak buah saya yang pintar, kalau tidak pintar ya tidak dapat tempat (posisi),” ujar Djoko Santoso.

Saat ditanya apakah potensi penunjukan dirinya sebagai ketua tim pemenangan adalah strategi memecah suara purnawirawan TNI, Djoko Santoso menyanggahnya.

“Selama saya jadi TNI tidak ada ilmu pecah belah, tetap satu, dan saya sampaikan ini hanya pilpres, kompetisi cari pemimpin, ini untuk rakyat Indonesia, silakan rakyat yang tentukan,” tegasnya.

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko (KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado)

Kemudian Djoko Santoso mengatakan bahwa istilah pertarungan antar mantan jenderal di Pilpres 2019 hanya lah buatan media.

“Bukan pertarungan antar jenderal, itu kalian (wartawan) saja yang buat,” pungkasnya.

Hingga saat ini kubu Prabowo-Sandi masih terus melakukan rapat, menggodok format tim pemenangan yang disetujui semua partai koalisi. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help