Berita Tanjungpinang

Mohammad Nasihan Dituntut JPU 12 Tahun dan Ganti Rugi Rp 55 Miliar, Begini Reaksinya

JPU memberikan hukuman selama 12 tahun penjara, denda 600 juta dan subsider 6 bulan kurungan penjara kepada Mohammad Nasihan.

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Mohammad Nasihan, terdakwa kasus korupsi dana penyertaaan dana asuransi Pemko Batam ke PT BAJ dituntut oleh pengacara PT BAJ lebih tinggi dari rekannya yang merupakan seorang Jaksa Safei yakni 8 tahun beberapa waktu lalu.

Sidang yang rencananya berlangsung Senin (20/8) siang, namun baru dapat diselenggarakan pada malam hari. Dua orang jaksa dan terdakwa bersama 4 pengacara dari Pilipus Tarigan dan rekan-rekannya juga terlihat sabar menunggu sidang diselenggarakan.

Sidang saat itu pun dibuka. Nasihan masih terlihat tenang. Jaksa dipersilahkan untuk membacakan tuntutan. Jaksa saat itu sempat berdiskusi bahwa isi tuntutan terdapat 800 halaman. Setelah itu diperoleh kesepakatan bahwa tuntutan dibacakan berdasarkan kesimpulan saja.

"Secara sah dan meyakinkan terdakwa telah melakukan tindak Pidana korupsi dan dinyatakan bersalah. Memohon kepada majelis hakim untuk memberikan hukuman selama 12 tahun penjara, denda 600 juta dan subsider 6 bulan kurungan penjara," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Kepri Hartam didampingi Andre Antonius saat membacakan tuntutan didampingi Andre Antoniusdi PN Tanjungpinang.

Lebih lanjut Andre Antonius membacakan tuntutan secara bergantian denft Hartam. Selain kata Andre terdakwa juga dikenakan uang pengganti senilai 55 miliar. Uang tersebut merupakan bagian dari kerugian negara.

"Uang pengganti sebesar 55 miliar dan dikurangi dari aset terdakwa yang telah disita senilai 14 miliar berupa rumah yang di Jakarta dan Tanah yang berada di Jogjakarta. Jika tidak dapat mengganti Uang Pengganti maka harta benda milik terdakwa akan disita. Jika harta benda tidak mencukupi maka terdakwa akan dikenakan kurungan penjara pengganti UP selama 6 tahun penjara," kata Andre.

Terdakwa sebagaimana pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun junto pasal 18 junto pasal 55 tentang pidana korupsi dinyatakan bersalah melanggar pasal tersebut. Mendengar tuntutan tersebut terdakwa akan mengajukan pledoi. Selain itu ada permintaan yang diajukan ke majelis hakim.

"Saya mohon izin yang mulia. Saya menderita sakit jantung. Sudah satu ring saya pasang. Saya minta izin yang mulia untuk berobat (Operasi) ke Rumah sakit untuk pemasangan ring. Saya sudah pasang ring Pertama tahun 2007," kata Nasihan.

Menanggapi itu majelis hakim mengijinkan dengan ketentuan harus ada pernyataan dari dokter terhadap diagnosa sakit yang diderita. Kemudian harus ada pengawalan sesuai ketentuan yang berlaku. Nasihan pun menyanggupi. Sidang ditutup dan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pledoi baik dari terdakwa pengacara masing-masing secara terpisah. (wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Danang Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved