Rumah Sakit Keluhkan Pembayaran Klaim, Begini Reaksi BPJS Kesehatan

Pembayaran klaim rumah sakit oleh BPJS Kesehatan untuk Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat sempat menjadi perbincangan

Rumah Sakit Keluhkan Pembayaran Klaim, Begini Reaksi BPJS Kesehatan
KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah
Ilustrasi petugas BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor sedang melayani seorang warga yang sedang mengurus kartu BPJS Kesehatan, di kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/11/2017) 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA-Pembayaran klaim rumah sakit oleh BPJS Kesehatan untuk Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat sempat menjadi perbincangan.

Beberapa rumah sakit mengeluhkan pencairan biaya pengganti oleh BPJS Kesehatan telalu lama dibayarkan. Menanggapi hal tersebut, Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso menyatakan bahwa pembayaran klaim sesuai urut kacang.

"Pembayaran tetap kita jalankan sesuai denga kondisi keuangan berdasarkan first in, first out," kata Kemal di Jakarta, Senin (20/8/2018). Kemal mengatakan, semua rumah sakit mendapat perlakuan yang sama.

Baca: Inilah Perbandingan Kekayaan Keluarga Kerajaan Saudi dan Kerajaan Inggris, Saudi Lebih Kaya!

Baca: Selain Malaysia-Turki, Inilah 5 Negara yang Terancam Bangkrut Tahun 2018. Begini Kehebohannya

Petugas BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor sedang melayani seorang warga yang sedang mengurus kartu BPJS Kesehatan, di kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/11/2017).
Petugas BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor sedang melayani seorang warga yang sedang mengurus kartu BPJS Kesehatan, di kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/11/2017). (KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah)

Baca: Perang Ekonomi, China-Rusia Patungan Menambang Emas Besar-besaran. Targetnya Lumpuhkan Amerika

Baca: Krisis Keuangan, Turki Kehilangan Sepertiga Konglomerat Termasuk Trump dari Turki

Siapa yang memasukkan klaim terlebih dulu, maka itu yang diutamakan. Sebab, masing-masing fasilitas kesehatan memiliki jadwal dan sistem.pencatatan tersendiri.

"Masalahnya ada beberapa hal yang dalam proses. Yang sudah terverifkasi kita bayar," kata Kemal. Kalaupun ada keterlembatan pembayaran, sesuai peraturan, BPJS akan membayar bunga. Ganti ruginya sebesar 1 persen perbulan.

"Kita harus mematuhi kewajiban peraturan. Ya kira bayar," kata Kemal. Klaim RS Rp 35 miliar belum dibayar Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS Murni Tegug, dokter Jong Khai mengaku BPJS Kesehatan masih belum membayar tagihan klaim rumah sakit sebesar Rp 35,5 miliar.

Selama 2017-2018, total klaim BPJS Kesehatan sebesar Rp 289,6 miliar. Sedangkan klaim yang sudah dibayar sebesar Rp 254 miliar.

Soal keterlambatan klaim, Jong menyebut ada beberapa faktor penyebab, antara lain keterlambatan dari RS, kendala dari BPJS Kesehatan, ataupun sistem verifikasi yang lama karena banyak berupa paperwork.

"Ini yang menyebabkan keterlambatan klaim yang membuat kita jadi beban dalam pelayanan RS," kata Jong. Salah satu yang terkendala adalah klaim obat, baik obat kronis maupun obat kemoterapi.

Sementara itu, sejak 2017-2018, sisa bunga keterlambatan yang belum dibayar BPJS Kesehatan dan menjadi tanggungan rumah sakit sebesar Rp 1,2 miliar. "Memang RS terpaksa harus cari pinjaman ke perbankan. Kita kerja sama dengan bank Mandiri," kata Jong. (*)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Faskes Keluhkan BPJS Kesehatan Lambat Membayar, Ini Penjelasannya

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help