ANAMBAS TERKINI

Wilayah Merah Illegal Fishing Jadi Alasan Penenggelaman Kapal di Bitung

Pemerintah Pusat punya alasan mengapa penenggelaman yang di bawah komando Menteri Kelautan dan Perikanan dilaksanakan di Bitung

Wilayah Merah Illegal Fishing Jadi Alasan Penenggelaman Kapal di Bitung
tribunbatam/septyan mulia rohman
Kondisi kapal ilegal fishing yang ditenggelamkan di Kepri, Senin (20/8/2018) 

Sejumlah kapal yang ditangkap itu, karena melakukan ‎tinda pidana bidang perikanan meliputi menngkap atau mengangkut ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPPRI) tanpa SIUP, menangkap ikan di WPPRI tanpa SIPI, mengangkut ikan tanpa SIKPI dan menangkap ikan dengan menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang dan merusak lingkungan.

"Penenggelaman ini merupakan amanat Undang Undang nomor 45 tahun 2009. Berdasarkan amanat Undang Undang itu, memang diminta untuk menenggelamkan. Tidak ada diminta untuk meledakkan," bebernya.

Baca: Diam-diam Satgas 115 Tenggelamkan Kapal Nelayan Asing. Ini jumlah kapalnya

Baca: Pemilih Pria Lebih Banyak Jumlahnya, KPU Batam Tetapkan 638.170 DPT

Baca: ABK dan Nakhoda Kabur, BC Tanjungbalai Karimun Amankan Kapal Muatan Bawang

‎Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (T) Arie Cahyo Nugroho mengatakan, proses penenggelaman kapal ikan asing di Tarempa menggunakan pemberat seperti batu dimana posisi kapal pada bagian palka dilubangi. Metode ini menurutnya sama dengan penenggelaman yang dilakukan pada Oktober kemarin.

"Sehingga, air masuk dari buritan ke haluan," ungkapnya.

‎Dipercaya menjadi eksekutor dalam proses penenggelaman, pihaknya pun mendapat perintah dari atas agar dalam proses penenggelaman tidak menyebabkan pencemaran. Mesin berikut alat tangkap pun, juga ikut ditenggelamkan dengan dihimpit ke dalam batu yang dimasukkan ke palka. Proses penenggelaman kapal itu pun, diharapkan dapat menjadi rumah ikan sehingga ketersediaan ikan di sana bisa melimpah.

"Kami mendapat perintah dari atasan kami dalam proses penenggelaman supaya tidak menyebabkan pencemaran. Otomatis kalau diledakan sampah kemana-mana, dan dikhawatirkan menyebabkan sampah," ungkapnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved