Historia

Akhirnya Terungkap! Kisah Kelahiran Tien Soeharto, 12 Bulan Dalam Kandungan

Anak pertama Tien Soeharto, Tutut Soeharto menceritakan secuil kisah hidup ibunya. Ia menulis cerita proses kelahiran ibunya di situs pribadinya

Akhirnya Terungkap! Kisah Kelahiran Tien Soeharto, 12 Bulan Dalam Kandungan
bombastis.com
Ibu Tien Soeharto 

Tutut Soeharto merasa kisah hidup ibunya begitu unik.

Ia juga bangga atas perjuangan neneknya yang sabar menanti kelahiran hingga 12 bulan.

Soeharto dan Tien

Pergunjingan soal sisi mistis Soeharto mendadak mencuat seusai sang istri, Siti Hartinah atau Ibu Tien meninggal dunia.

Sempat juga muncul rumor di kalangan masyarakat. Satu hari sebelum Ibu Tien meninggal, ada yang melihat seberkas cahaya hijau berbentuk ular naga melesat terbang dari Keraton Mangkunegaran Solo.

Tak masuk akal memang, menghubungkan hal itu dengan karier seorang presiden. Namun, langkah politik Soeharto, setelah kepergian istrinya, sungguh di luar kendali.

Cara melibas lawan politiknya terkesan vulgar dan transparan. Padahal, sebelumnya, Soeharto dikenal pandai mengendalikan diri. Senyumnya menyembunyikan isi hatinya.

Konde Ibu Tien Soeharto
Ibu Tien Soeharto (bombastis.com)

Suatu hari di tahun 1990, saat nasib baik masih memihak Soeharto, presiden yang memimpin Indonesia selama 32 tahun itu berkunjung ke Bali.

Tujuannya tidak lain untuk memperingati ulang tahun pernikahannya dengan Ibu Tien.

Kisah itu dijelaskan seorang pemilik warung kecil Hj Baiq Hartini yang diminta memasak untuk Soeharto dan keluarga.

“Pada 1990, ada utusan dari Istana Tampaksiring meminta saya memasak untuk acara di Istana,” ujarnya.

Tentu saja Hj Hartini merasa tersanjung mendapat kepercayaan tersebut.

“Maklum, saya kan orang kampung, tukang warung pinggir jalan, kok bisa ketemu langsung dengan presiden,” ujarnya.

Kisah itu dijelaskan seorang pemilik warung kecil Hj Baiq Hartini yang diminta memasak untuk Soeharto dan keluarga.

“Pada 1990, ada utusan dari Istana Tampaksiring meminta saya memasak untuk acara di Istana,” ujarnya.

Sebelum Soeharto menyantap makanan, pemeriksaan ketat pun dilakukan.

Selain petugas keamanan, intel, petugas kesehatan meneliti bahan makanan, dan sesudah makanan matang ada tim dokter dan petugas lab mencicipi masakan tradisional Lombok yang digelar prasmanan itu.

Ia melihat, pada jamuan makan saat itu, piring Pak Harto hanya berisi tahu dan tempe, agaknya berpantang kangkung. Sedang Ibu Tien berpantang tauge.

Begitu juga saat makan malam, Hj Hartini diminta kembali menyiapkan makanan.

Ia dan para juru masak lain melihat Soeharto tampil sederhana hanya memakai kaus oblong putih dan sarung putih kotak-kotak cokelat, juga memakai selop Jawa.

Suatu sore hari, Soeharto pernah turun langsung mengurusi cucunya yang enggan beranjak dari kolam renang.

Sebelumnya cucu-cucu tersebut sudah diminta para ajudan untuk naik dari kolam. Namun hal itu tidak dipedulikan.

Muncul dari balik pintu, Soeharto memanggiL cucu-cucunya dan mengatakan hari akan hujan sambil menunjuk ke atas langit.

“Eh, tak ada semenit, hujan benar-benar turun. Kami para juru masak saling berpandangan, Pak Harto sakti kali ya! Kami saling berbisik,” ujar Hj Hartini. (Indan Kurnia)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help