GEMPA LOMBOK

Kerugian Akibat Gempa Lombok Ditaksir Rp 7,7 Triliun. Butuh Dua Tahun Untuk Recovery

Hingga saat ini, total kerugian dan kerusakan akibat gempa di Lombok, Bali, dan Sumbawa, ditaksir mencapai Rp 7,7 triliun.

Kerugian Akibat Gempa Lombok Ditaksir Rp 7,7 Triliun. Butuh Dua Tahun Untuk Recovery
WARTAKOTA
Warga kota Mataram, Lombok, masih takut untuk pulang ke rumah mereka lantaran gempa susulan masih menghantui mereka, Senin (20/8/2018). 

TRIBUNBATAM.id - Hingga saat ini, total kerugian dan kerusakan akibat gempa di Lombok, Bali, dan Sumbawa, ditaksir mencapai Rp 7,7 triliun.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah kerugian itu berdasarkan hitung cepat pihaknya.

"BNPB memperkirakan kerugian dengan hitung cepat sampai hari ini Rp 7,7 triliun," ujar Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2018).

Hitung cepat itu, ucap Sutopo Purwo Nugroho, berdasarkan lima sektor, yakni permukiman, infrastrukur, ekonomi prediksi, sosial, dan lintas sektor. Menurut Sutopo, dana BNPB belum mencukupi untuk menutupi kerugian tersebut.

"Paling banyak sektor permukiman hampir 65 persen (rusak)," ucap Sutopo Purwo Nugroho.

Untuk melakukan recovery, kata Sutopo Purwo Nugroho, dana dari pemerintah daerah belum mencukupi.

Sehingga, diperlukan bantuan dari pemerintah pusat.

Baca: Ingin Dukung Timnas di Final, Antrean Tiket Bulu Tangkis Mengular hingga 650 Meter

Baca: Ucapan Selamat Idul Adha dari Pemain dan Klub Sepakbola. Dari Paul Pogba Hingga Real Madrid

Baca: Daftar Klasemen Medali Asian Games 2018 Setelah Indonesia Raih 5 Emas

Misalnya, dari pagu anggaran di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, atau Kementerian Sosial.

"Untuk melaksanakan pembangunan rehabilitasi rekonstruksi termasuk pendanaan," jelas Sutopo Purwo Nugroho.

Dana itu akan digunakan untuk membuat NTB kembali seperti sebelum terjadi gempa.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, untuk perbaikan kontruksi seperti bangunan, diperkirakan paling lambat selesai dua tahun ke depan.

Sutopo Purwo Nugroho berujar, 515 korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Kemudian, sebanyak 7.145 orang mengalami luka-luka. Per Kamis (16/8/2018), jumlah pengungsi mencapai 431.416 orang.

"Sementara itu, 73.843 rumah rusak dan 798 fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan rumah peribadatan," papar Sutopo Purwo Nugroho. (*)

*Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul 515 Orang Meninggal Akibat Gempa Lombok, Kerugian Ditaksir Tembus Rp 7,7 Triliun

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved