Karimun Terkini

Penumpang Speedboat Satria Express Karimun Mendadak Marah-marah. Ternyata Ini penyebabnya

Tindakan pihak kapal penumpang yang tak mementingkan keselamatan terjadi lagi.

Penumpang Speedboat Satria Express Karimun Mendadak Marah-marah. Ternyata Ini penyebabnya
TRIBUN BATAM
Para penumpang terpaksa duduk di atas atap SB Satria Express karena telah melebihi kapasitas. 

TRIBUNBATAM.Id, KARIMUN - Tindakan pihak kapal penumpang yang tak mementingkan keselamatan terjadi lagi.

Kali ini speedboat penumpang antar pulau dalam Kabupaten Karimun, SB Satria Express jurusan Tanjungbalai-Tanjugberlian menaikan penumpang jauh melebihi kapasitasnya, Rabu (22/8/2018).

Pada Rabu sore sekitar pukul 15.45 WIB, SB Satria Express 8 berlayar dari Pelabuhan Tanjungberlian menuju Tanjungbalai Karimun. Karena banyaknya muatan, sebagian penumpang terpaksa berdiri dan duduk di atas atap speedboat.

Baca: Heboh! Penumpang Kapal Feri Ini Coba Bunuh Diri Terjun ke Laut. Ini Sosok Penyelamatnya!

Baca: VIDEO: H-3 Lebaran, Pelabuhan ASDP Punggur Mulai Dipadati Calon Penumpang Kapal Roro

Baca: Lonjakan Penumpang Kapal Roro Batam, ASDP Tambah Jadwal ke Sejumlah Daerah Tujuan

Kelebihan muatan tersebut sebenarnya telah diingatkan oleh penumpang. Bahkan seorang penumpang memarahi kru kapal agar mementingkan keselamatan pelayaran.

"Sudah penuh ini Kep (sebutan kapten kapal). Ini saja sudah sempit dan banyak yang berdiri jangan ditambah lagi," teriak penumpang itu.

Namun kapten speedboat tetap tidak mengindahkannya. Ia tetap berhenti di pelabuhan Desa Sebele, Kecamatan Belat, untuk menaikan tambahan penumpang.

Tak berapa lama setelah menaikan penumpang tambahan, speedboat tiba-tiba mengalami kerusakan. Satu dari tiga mesinnya rusak. Kondisi ini membuat speedboat terpaksa melaju dengan sangat lambat.

Para penumpang yang sudah kesal semakin marah. Sekira 20 menit kemudian, satu unit SB Satria lainnya datang untuk mengangkut sebagian penumpang.

Kacabjari Tanjungbatu, Aji Satrio Prakoso yang ikut menjadi penumpang SM Satria Express 8 menyayangkan pihak-pihak yang tidak mementingkan keselamatan pelayaran demi keuntungan yang lebih. Meskipun dari informasi yang diterimanya, ada kapal jurusan Tanjungbalai-Tanjungberlian yang tidak berlayar, namun menurutnya harus ada pemberitahuan dari Dinas Perhubungan.

"Ini tidak ada pemberitahuan tentang kapal yang tidak jalan dari Dishub. Harusnya ada pemberitahuan ke penumpang," ujarnya.

Aji juga mengatakan, dirinya telah melaporkan kondisi yang berbahaya tersebut kepada pihak Kantor Syahbandar dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun sebagai pihak berwenang. Namun sayangnya, tidak ada tindak lanjut yang terjadi.

"Saya juga sudah hubungi Kasi Gamat KSOP Tanjungbalai Karimun, karena tadi pagi saya dari Tanjungbalai kondisinya juga kelebihan penumpang. Kasi Gamatnya bilang akan ditindak lanjuti. Tapi sore ini saya balik Tanjungbalai ternyata masih seperti ini lagi," katanya. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved