Ternyata Bukan Kita Saja, Prajurit TNI Juga Kerap Merindukan Makanan Satu Ini saat Latihan Tempur

Makanan yang satu ini ternyata bukan hanya jadi idola masyarakat awam. Ternyata para prajurit TNI juga kerap merindukannya saat latihan tempur.

Ternyata Bukan Kita Saja, Prajurit TNI Juga Kerap Merindukan Makanan Satu Ini saat Latihan Tempur
Ist
Ilustrasi TNI 

TRIBUNBATAM.id - Dalam latihan-latihan tempur yang biasa diselenggarakan oleh pasukan TNI dan juga Polri, umumnya setiap personel telah dibekali makanan dalam kaleng yang bisa awet hingga jangka waktu satu tahun.

Makanan padat yang dikemas dalam kaleng berbentuk pipih dan dari bahan stainless (baja antikarat) itu sudah memenuhi standar gizi setiap personel TNI dan siap disantap kapan saja.

Isi menunya juga beragam mulai dari nasi putih campur daging, nasi goreng rendang, dan lainnya.

Jika ingin disantap dalam kondisi hangat ransum kalengan itu bisa direbus air mendidih terlebih dahulu bersama kalengnya sekaligus.

Tapi dalam situasi latihan tempur dan para prajurit tidak memiliki kesempatan untuk memasak, maka ransum kaleng itu bisa langsung disantap meski kondisinya masih dingin.

Kaleng bekas ransum biasanya akan dibawa lagi oleh para prajurit karena bisa digunakan sebagai wadah untuk memasak.

Baca: Resep Tongseng Kambing Enak, Bisa Dicoba Sebagai Alternatif Selain Sate

Baca: Resep Rendang Empuk dan Mudah Dibuat ala Rumahan. Cocok Jadi Hidangan Idul Adha

Baca: Resep Membuat Bakso Daging Sapi, Cocok Disantap Saat Hari Raya Idul Adha

Para prajurit TNI umumnya menyukai makanan hangat sehingga ransum kalengan siap santap yang terasa dingin belum segera dimakan.

Lalu untuk mengatasi rasa bosan itu, para personel TNI ternyata telah membawa bekal andalan mereka, yakni beberapa bungkus mie instan.

Menyantap mie instan yang bisa dimasak secara kilat menggunakan kaleng bekas ransum ternyata menjadi menu makanan andalan pasukan TNI yang sedang latihan perang.

Bahkan pasukan PBB yang sedang bertugas di luar negeri menjadi demikian bergairah ketika mendapati mie instan produk Indonesia ternyata dijual di mini market di tempat penugasannya.

Pasalnya bisa memasak dan menyantap mie instan di tempat tugas, bisa merupakan obat kangen dan terasa sekali cita rasa Indonesianya.

Meskipun secara kecukupan gisi dan nutrisi, ransum kalengan masih jauh lebih bagus, tapi berkat menyantap mis instan, para prajurit TNI menjadi lebih bergairah dalam menjalani latihan.

Apalagi mie instan juga terasa enak dan gurih ketika dimakan mentah-mentah.

Secara bergurau para prajurit TNI yang sedang latihan di medan liar dan keras bahkan bisa menjamin bertempur sampai menang meski hanya berbekal beberapa bungkus mie instan.

Para prajurit TNI yang sedang latihan kadang malah memberikan ransum kalengan jatahnya kepada para wartawan yang meliput sambil memamerkan beberapa bungkus mie instan yang jadi bekal andalannya.

Dalam doktrinnya pasukan TNI memang dilatih untuk bisa bertempur dalam kondisi apapun berbekal makanan seadanya.

Jika bekal habis, mereka harus bisa memanfaatkan makanan yang tersedia di hutan.

Namun dalam latihan tempur, bekal makanan selalu tersedia karena semua latihan tempur pasukan TNI disediakan anggaran oleh negara.

Untuk bekal berupa bungkusan mie instan. Itu merupakan bekal yang harus dibeli sendiri oleh setiap personel TNI dan kadang-kadang malah sudah disiapkan oleh para istri prajurit.

‘’Biar dapat makanan yang segar. Yang praktis ya bawa beberapa bungkus mie instan. Rasanya mewah sekali saat dimakan di tengah hutan ‘’

‘’ Kalau hanya Mengandalkan ransum kalengan untuk dimakan sampai beberapa hari terasa bosan juga...’’ ujar rata-rata anggota TNI ketika ditanya kenapa ketika latihan perang diam-diam suka berbekal mie instan.

Namun demikian dalam setiap latihan tempur setiap prajurit TNI tetap dianjurkan mengkonsumsi bekal yang telah disediakan karena dari standar gizi, nutrisi, dan energi sudah sesuai standar. (SAJIAN SEDAP)

*Artikel ini telah tayang di Sajiansedap.grid.id dengan judul : Bukan Daging, Anggota TNI Paling Bahagia Kalau Bisa Makan ini Di Medan Perang, Kitapun Suka!

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help