The Fed Akan Naikkan Suku Bunga. Ini Reaksi Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyataan tidak sepakat dengan keputusan bank sentral AS

The Fed Akan Naikkan Suku Bunga. Ini Reaksi Donald Trump
AFP/SAUL LOEB
Presiden AS Donald Trump menunjukkan dokumen yang memuat tanda tangannya dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un usai perundingan di Singapura, Selasa (12/6/2018). 

TRIBUNBATAM.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyataan tidak sepakat dengan keputusan bank sentral AS, Federal Reserve untuk kembali meningkatkan suku bunga.

Dikutip melalui CNBC, Trump mengatakan seharusnya setiap kebijakan yang dilakukan The Fed bersifat mendukung kemajuan Amerika Serikat. "The Fed seharusnya melakukan apa yang baik untuk negara," ujarnya, Senin (20/8/2018).

Trump pun menyatakan, jika The Fed kembali menaikkan suku bunga, maka pihaknya juga akan kembali mengritisi kebijakan tersebut. "Saya tidak senang dengan dia (Pimpinan The Fed Jerome Powell) menaikkan suku bunga. Tidak, saya tidak suka," lanjut dia.

Trump juga mengatakan, China melakukan manipulasi dari mata uang mereka, hal yang sama menurutnya juga dilakukan oleh Eropa dengan mata uang euro mereka.

Baca: Perang Ekonomi, China-Rusia Patungan Menambang Emas Besar-besaran. Targetnya Lumpuhkan Amerika

Baca: Qatar Siapkan 15 Miliar Dolar AS Selamatkan Turki dari Krisis Ekonomi

Pihaknya pun juga menyatakan tidak peduli dengan adanya potensi kerusakan ekonomi di kawasan Eropa lantaran AS telah menerapkan Tarif kepada Turki.

Dia juga berkata tidak akan memberikan kelonggaran kepada Turki. Sebelumnya, Trump mengusulkan Powell untuk menggantikan Janet Yellen sebagai pimpinan The Fed.

Selama Trump menjabat sebagai presiden, The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak 5 kali.

Adapun di bawah kepemimpinan Powell, The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak 2 kali.

Mengritisi pimpinan The Fed secara terbuka merupakan hal yang tidak wajar. Sebab, sebagai bank sentral, The Fed berjalan secara independen.

Chief Ekonomis Stifel Lindsey Piegza pun menilai, apa yang dilakukan oleh Trump bisa jadi memang bertujuan untuk mengancam otoritas dari Federal Reserve.

Adapun keputusan The Fedterus menaikkan suku bunga disebabkan pasar tenaga kerja yang terus menguat, dan diikuti pula dengan kuatnya pertumbuhan ekonomi.

The Fed pun memutuskan untuk kembali menetralkan suku bunga mereka setelah sempat membanjiri sistem keuangan mereka dengan dana untuk membantu bangkir dari krisis keuangan satu dekade yang lalu.

Selain itu, komentar terkait manipulasi nilai mata uang dinilai sensitif. Sehingga China memutuskan untuk menemui pemerintah AS minggu ini untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut.

Namun, Trump menyatakan tidak mengantispasi banyak hal atas pertemuan kali ini.(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help