VIDEO. Menelusuri Keindahan Pulau Puteri di Batam

Pulau Puteri adalah salah satu pulau terluar Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura.

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Di lepas pantai Nongsa, ada salah satu pulau kecil yang sangat menarik. Terletak di seberang pantai yaitu Pulau Puteri

Pulau Puteri adalah salah satu pulau terluar Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura. 

Pulau ini bentuknya oval memanjang kira-kira sepanjang 199 meter dengan garis tengahnya tak lebih dari 50 meter. Dari pantai Nongsa untuk dapat mengakses ke pulau ini tidaklah sulit.

Dengan menggunakan bot pancung biaya yang terjangkau untuk pulang pergi kita sudah bisa sampai ke pulau puteri.

Pulau Puteri memiliki keindahan alam yang tak kalah menariknya selain Pantai Nongsa.

Sayang sekali rasanya apabila tidak singgah sejenak ke Pulau Putri.

Pulau Puteri ini memiliki cerita legenda, konon Pulau Puteri merupakan seekor ular raksasa yang terdampar lantaran kesiangan turun ke laut.

"Yang menjadi daya tarik lainnya dari Pantai Nongsa dengan Pulau putri salah satunya adalah harga tiket masuk ke kawasan Pantai Nongsa ini yang sangat terjangkau, hanya dengan membayar tiket masuk yang relatif murah para wisatawan sudah dapat menikmati keindahan Pantai Nongsa dan keindahan alam disekitarnya," ujar salah satu pengunjung, Samuel, Minggu (20/8/2018).

Bahkan wisata pantai ini dibuka selama 24 jam oleh pihak pengelola yang berarti tidak ada batasan waktu bagi para wisatawan apabila ingin berkunjung ke kawasan ini. 

Untuk menuju Pantai Nongsa, bisa menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan sewa atau menggunakan taksi dari pusat kota Batam. 

"Anda akan menempuh perjalanan sekitar 40 menit, sedangkan jika dari Bandara Hang Nadim, Batam maka perjalanan yang ditempuh sekitar 20 menit," ujarnya.

Pantauan Tribun saat ini pemerintah baru membangun deretan beton yang diletakan di bibir pantai

Yup, sebagian Pulau Putri (yang ada disebalah kanan) memang mengalami abrasi yang cukup hebat. Itu makanya pemerintah melakukan upaya pencegahan agar hal yang sama tidak terjadi lagi

Mungkin ke depan pemerintah bisa menyediakan tempat menginap. Saat ini, bila pengunjung ingin bermalam dengan nyaman, mereka umumnya menyewa rumah milik penduduk. 

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved