BATAM TERKINI

4 Wartawan Jadi Saksi di Pengadilan, Dianggap Pencemaran Nama Baik Bupati Lingga

Keempat wartawan yang dihadirkan sebagai saksi itu terkait pemberitaan yang diterbitkan di masing-masing media tentang laporan Mulkansyah KPK

4 Wartawan Jadi Saksi di Pengadilan, Dianggap Pencemaran Nama Baik Bupati Lingga
TRIBUN/ZABUR
Salah satu wartawan sedang memberi penjelasan terkait proses penulis berita hingga layak diterbitkan, yang disampaikan dalam sidang di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (23/8/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Empat orang wartawan di Kepri menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa Mulkansyah dalam pekara penghinaan terhadap Bupati Linga Alias Welo pada persidangan yang berlangsung di Penadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (23/8/2018).

Dalam sidang itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Romandang menghadirkan Saibansyah Dardani Pimred Batamtoday.com, Tunggul Manurung Redpel Liputan Batam Pos, Anwar Saleh wartawan Batam Pos dan Sofyan Wakil Pimred Haluan Kepri.

Keempat wartawan yang dihadirkan sebagai saksi itu terkait pemberitaan yang diterbitkan di masing-masing media tentang laporan Mulkansyah sebagai ketua LSM NCW Kepri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melaporkan dugaan korupsi Bupati Lingga Alias Wello.

Baca: Soal DPTb KPU Batam Masih Bingung, Tafsir Komisioner Berbeda-beda

Baca: Teh Tarik Belakang Padang Batam, Nendang Rasanya

Baca: Tak Hanya Serda Ambar, Ini Sederet Paspampres Cantik Sekaligus Tangguh Pengawal Presiden Jokowi

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Taufik Adul Halim Nainggolan itu, Saibansyah menerangkan berita yang diterbitkan itu atas informasi dari terdakwa Mulkamsyah, terkait laporannya ke KPK atas dugaan kasus korupsi dana pencetakan sawah oleh Bupati Lingga Alias Wello.

“Terlepas benar atau tidaknya, dugaan korupsi dana pecetakan sawah ini penting diberitakan. Sejauh ini fungsi media sebagai kontrol sosial," kata Saiabansyah menerangkan dihadapan Majleis Hakim.

Hal senada juga disampaikan Tunggul Manurung saksi lainnya. Dia mengaku dalam berita yang diterbitkan itu sudah dilakukan konfremasi kedua belah pihak, baik pihak pelapor maupun terlapor. Berita tersebut sudah layak dan berimbang untuk diterbitkan.

Sementara Anwar Saleh Harahap saksi lainnya mengaku tidak menulis berita dugaan korupsi dana pencetakan sawah di Lingga tersebut.

Namun Anwar mengakui kalau terdakwa Mulkansyah merupakan narasumber yang patut diacungkan jempol, karena perkara kasus korupsi yang dilaporkan terbukti hingga di vonis pengadilan.

“Ada beberapa laporan dari terdakwa terkait kasus korupsi. Laporan itu langsung ditanggapi dan disidik hingga di vonis pengadilan seperti korupsi lampu hias,” kata Anwar.

Sedangkan Sofyan mengaku tidak menulis berita tersebut. Diakuinya dengan terdakwa sudah kenal sejak tahun 2010. Selain itu kata Sofyan terdakwa sangat kritis dengan adanya dugaan korupsi yang ada dilingkungan pemerintah. Temuan dugaan korupsi itu juga menjadi refrensi media cetak online sebagai narasumber.

Anggota Majelis Hakim dalam sidang itu Reni Ambarita meminta wartawan tidak asal menulis dan menaikan berita. Perlu menyelidiki dan menggali informasi yang didapat sebelum dijadikan berita.

“Wartawan harus menyelidik informasi yang didapatkan sebelum ditulis dan diterbitkan,” kata hakim Reni Ambarita.(bur)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help