BAWASLU

Baliho Tidak Boleh Ada Embel-embel Parpol. Ini Kata Bawaslu Terkait Pencitraan Bacaleg

Bawaslu akan menindak tegas apabila di temukan baliho atau papan reklame yang melanggar undang-undang

Baliho Tidak Boleh Ada Embel-embel Parpol. Ini Kata Bawaslu Terkait Pencitraan Bacaleg
TRIBUNBATAM/DEWANGGA RUDI SERPARA
Ketua Bawaslu Kota Batam Syailendra Reza Irwansyah Rezeki 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tidak ada lambang partai, ajakan dan visi misi. Bacaleg ataupun incumbent boleh saja memasang baliho atau papan reklame.

Ketua Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza Irwansyah Rezeki mengatakan, dalam satu undang-undang disebutkan bentuk kampanye merupakan pencitraan diri serta mengajak dengan membawa lambang partai politik.

"Teman-teman harus paham dulu arti kampanye. Dalam undang undang No.7 tahun 2017 pasal 1 ayat 35 yang dinyatakan bentuk kampanye itu sendiri merupakan partai politik yang sudah ditetapkan," ujarnya saat di jumpai TRIBUNBATAM.id di kantornya Kamis (23/8/2018)

Reza menyebutkan, dirinya akan menindak tegas apabila di temukan baliho atau papan reklame yang melanggar undang-undang.

"Sejauh ini belum kita temukan, tetapi memang kalau kita lewat dan melihat baliho atau papan reklame kita pasti mengawasinya. Instruksi dari atasan sesuai standar umum undang undang, kita mau melangkah lebih juga tidak mungkin," katanya.

Baca: Banyak Muncul Baliho Caleg. Bawaslu Ingatkan Belum Waktu Kampanye

Baca: Kader Parpol Lakukan Pencitraan, Bawaslu Siap Turunkan Baliho

Baca: AWAS! Anggota Parpol Masih Lakukan Pencitraan Pakai Baliho, Ini Ancaman Sanksi Bawaslu

Reza mengatakan, selama tidak membawa nama partai, mengajak dan mencantumkan visi dan misi, bacaleg ataupun incumbent di perbolehkan memasang baliho ataupun papan reklame.

"Makanya bacaleg atau incumbent yang memakai logo partai memang kita larang. kalau begitu kan modelnya standard kampanye muncul. Tanpa embel-embel apapun kalau pun dia anggota dewan, ya dipersilahkan saja. Nanti malah dia bilang tidak bisa mengkomunikasikan ke konstituennya. Dan yang penting tidak ada lambang partai, visi dan misi serta tidak terlalu memperkenalkan diri," ujarnya.

Menurut Reza, anggota partai politik sekarang lebih aware terhadap undang-undang tersebut. Ketika ada kegiatan beberapa partai politik selalu bertanya kepada Bawaslu Batam.

"Sekarang itu teman-teman partai lebih aware. Contohnya mereka ingin membuat kegiatan selalu bertanya. Mereka kan mempunyai kumpulan istri-istri partai A,B dan C. kita mengatakan kegiatan-kegiatan komunitas tidak mengundang orang di luar komunitas, silahkan saja. Tidak ada umbul-umbul partai di luarnya seperti kemarin mereka membuat acara di pantai," ujarnya.

Reza mengatakan, masyarakat juga dapat membuat laporan kepada Bawaslu apabila menemukan pelanggaran-pelanggaran tersebut.

"Allhamdulilah mereka (partai politik) berkomunikasi sehingga kita bisa menceritakan apa yang mereka lakukan. Tetapi kalau tidak adapun, masyarakat ada yang melihat ya allhamdulilah ada yang memberitahukan," tutupnya.(drs)

Penulis: Dewangga Rudi Serpara
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved