Bank Sentral Amerika Rilis Catatan, Harga Emas Dunia Langsung Tergerus. Begini Perkembangannya

Rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang terus berlanjut menekan harga emas. Kamis (23/8/2018)

Bank Sentral Amerika Rilis Catatan, Harga Emas Dunia Langsung Tergerus. Begini Perkembangannya
Istimewa
Emas batangan 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA-Rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang terus berlanjut menekan harga emas. Kamis (23/8/2018) pukul 7.36 WIB,

harga emas untuk pengiriman Desember 2018 di Commodity Exchange turun ke US$ 1.201,30 per ons troi.

Harga emas ini turun 0,17% ketimbang penutupan kemarin pada US$ 1,203,30 per ons troi. Harga emas berada di atas level US$ 1.200 per ons troi dalam tiga hari terakhir.

Baca: Biar Tak Tekor, Beginilah 4 Cara Cerdik Membeli Emas di Toko Perhiasan

Baca: Tren Bunga Naik Bakal Berlanjut Akhir Tahun, Kredit Macet Hantui Perbankan. Ini Bocorannya

Baca: Kabarnya Penerimaaan CPNS Akhir Agustus, Termasuk di Kepri. Begini Jawaban BKD Pemprov

Pekan lalu, harga mencapai level terendah tahun 2018 yakni pada US$ 1.184 per ons troi. Bank sentral AS Federal Reserve mendiskusikan kemungkinan kenaikan suku bunga segera untuk menahan laju penguatan ekonomi yang kuat.

Tapi, bank sentral juga mencermati perang dagang global yang bisa menekan daya beli rumah tangga dan pebisnis.

Emas batangan
Emas batangan (Istimewa)

"Harga emas sedikit melompat ketika rilis catatan rapat The FEd. Tapi, kenaikan suku bunga ini sudah diantisipasi pasar," kata Bob Haberkorn, senior commodity strategist RJO Futures kepada Reuters.

Pasar komoditas emas saat ini mencermati juga pembicaraan dagang antara AS dan China. Di sisi lain, masih terjadi penarikan pada SPDR Gold Trust,

produk exchange-traded fund (ETF) berbasis emas terbesar di dunia. Posisi short pada kontrak emas di Comex pun mencapai rekor tertinggi hingga pekan lalu. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help