Hari Tasyrik Setelah Hari Raya Idul Adha. Ini Penjelasannya Kenapa Tidak Boleh Puasa di Hari Tasyrik

Umat Islam di seluruh dunia dilarang berpuasa pada hari Tasyrik. Nabi Muhammad SAW menyebutnya sebagai hari makan dan minum

Hari Tasyrik Setelah Hari Raya Idul Adha. Ini Penjelasannya Kenapa Tidak Boleh Puasa di Hari Tasyrik
FOTO/TRIBUNJOGJA/ILUSTRASI SON
Ilustrasi Hari Tasyrik 

Di saat itulah, mereka mendapatkan jamuan dari Allah, karena kasih sayang Allah kepada mereka.

Sementara itu, kaum muslimin di belahan negeri yang lain, turut menyemarakkan ibadah seperti yang dilakukan jamaah haji.

Kaum muslimin memperbanyak amalan ibadah selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Mereka juga disyariatkan untuk memperbanyak dzikir, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan bersama-sama berusaha menggapai ampunan Allah dengan menyembelih hewan kurban.

Setelah itu, mereka bersama-sama merayakan Idul Adha dan hari tasyrik.

Setelah mereka lelah dengan memperbanyak ibadah, selanjutnya mereka beristirahat, menikmati hidangan daging qurban di hari tasyrik.

Allah SWT mensyariatkan kaum muslimin untuk menjadikan hari ini sebagai hari makan-makan dan minum, agar bisa membantu mereka untuk semakin giat dalam berdzikir mengingat Allah dan melakukan ketaatan kepada-Nya.

Dan itu merupakan bentuk syukur nikmat yang paling sempurna.

Nikmat yang kita terima, menjadi sarana untuk membantu agar semakin giat melakukan ibadah.

Amalan di Hari Tasyrik

Halaman
123
Editor: nandrson
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved