LOWONGAN KERJA BATAM

Ribuan Pencaker Serbu PT Esun International Utama Indonesia

Ribuan Pencari Kerja memadati halama PT Esun International Utama Indonesia, Kamis (23/8/2018) sejak pukul 07.00 WIB.

Ribuan Pencaker Serbu PT Esun International Utama Indonesia
TRIBUNBATAM/ROMA ULY SIANTURI
Ribuan pencaker sedang mengadu nasib untuk mendapatkan pekerjaan, Kamis (23/8/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ribuan Pencari Kerja (Pencaker) memadati halama PT Esun International Utama Indonesia, Kamis (23/8/2018) sejak pukul 07.00 WIB.  

Perusahaan ini terletak di Kawasan Industri Sungai Harapan Sekupang.

"Kami dari jam 7 di sini mbak. Tapi sampai jam segini (08.30 WIB) lamaran kami belum diambil-ambil. Lihatlah ribuan manusia yang sudah datang," ujar Yusuf kepada Tribun, Kamis (23/8/2018) pagi.

Yusuf melanjutkan dirinya rela jauh-jauh datang dari Batam Center bersama dengan temannya. Berangkat dari rumahnya sekira pukul 06.30 WIB.

Baca: Tiga Orang Anggota Jemaah Haji Embarkasi Batam Dilaporkan Meninggalkan Dunia. Ini Namanya

Baca: Gempa 5,4 SR Guncang Bali Kamis Pagi. BNPB : Tak Ada Kaitannya dengan Gempa Lombok

Baca: Inilah 8 Cara Mudah Simpan Daging Kurban Biar Tahan Lama dan Kualitasnya Tetap Baik

"Saya udah setahun 3 bulan nggak dapat kerja di Batam ini. Jadi jarak jauh dan berangkat pagi pun tak apa saya tempuh," sesalnya.

Sebelumnya ia bekerja di PT Esco Bintan selama kurang lebih 5 tahun. Ia merasa ingin mendapat penghasilan yang lebih baik sehingga memutuskan untuk mencari pekerjaan yang lebih baik di Batam.

"Katanya migas kemarin bagus di Batam. Eh nyatanya saya sudah setahun lebih menganggur," katanya.

Para pencaker lainnya, Agung Ginting Suka juga rela jauh-jauh datang dari Batam Center. Ia mengaku sebelum ke Batam pernah kerja di Perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Barat.

"Di sana jam istirahat kita tak teratur. Harus sesuka mandor. Makanya saya memutuskan pindah ke Batam sejak bulan 6 kemarin," katanya.

Agung mengakui sesampai di Batam ternyata mencari kerja cukup sulit. Sebelumnya ia pernah mencoba tes di PT Amtek dan PT Panasonic. Namun kabar berikutnya tak ada panggilan lagi.

"Sudah tes beberapa kali, tak ada panggilan lagi kak. PHP (Pemberi Harapan Palsu). Mending kalau tak lolos diberitahu. Jangan menunggu panggilan," sesalnya.

Agung dan Yusuf berharap mereka bisa diterima di PT Esun International Utama Indonesia ini. Walaupun yang diterima hanya 200 orang. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi Jumat 24 Agustus 2018

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help