PILEG 2019 KEPRI

Soal DPTb KPU Batam Masih Bingung, Tafsir Komisioner Berbeda-beda

Kami sering berdiskusi dengan KPU provinsi bagaimana sesungguhnya DPTb itu. Hingga saat ini belum ada keputusan dari KPU pusat

Soal DPTb KPU Batam Masih Bingung, Tafsir Komisioner Berbeda-beda
TRIBUNBATAM/ANGGA
Ketua KPU Batam Syahrul Huda 

TRIBUNBATAM, id, BATAM - Masalah Daftar Pemilih Tetap seakan menjadi persoalan klasik di Batam setiap pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah tiba. Bagaimana dengan Daftar Pemilih Tambahan(DPTb)?

Meski sudah ada contoh-contoh kriteria yang masuk dalam DPTb, namun KPU Batam masih bingung, terkait warga yang memiliki E-KTP luar Batam, apakah mereka berhak masuk dalam DPT atau tidak?

Ketua KPU Batam, Syahrul Huda mengaku sering berdiskusi ke KPU provinsi perihal bagaimana masyarakat yang mempunyai E-KTP luar Batam tetap terdaftar.

"Kami sering berdiskusi dengan KPU provinsi bagaimana sesungguhnya DPTb itu nantinya. Hingga saat ini belum ada keputusan dari KPU pusat, terkait data pemilih yang memiliki E-KTP di luar domisili dimasukkan ke DPT atau tidak," ujarnya kepada TRIBUNBATAM.id, Kamis(23/08/2018).

Syahrul menyatakan pihaknya akan mengirim surat kepada KPU provinsi terkait dengan data-data pemilih yang bukan E-KTP Batam.

"Kami akan menyurati segera kepada KPU Provinsi terkait data-data pemilih yang bukan pemilik e-KTP Batam," tuturnya.

Namun hal ini berbeda dengan penafsiran Komisioner Divisi Program dan Data KPU Batam, Sudarmadi mengatakan, nantinya KPU Batam akan tetap mendata pemilih yang tidak mempunyai E-KTP Batam, tetapi berdomisili di Batam.

"Berdasarkan surat edaran dari KPU pusat No 563, Nantinya KPU Provinsi dan kota tetap wajib mendata pemilih yang berdomisili di Batam seperti pondok pesantren, rumah kost," ujarnya.

Sudarmadi menegaskan, DPTb nantinya hanya diperuntukkan bagi warga yang berdomisili sementara di kota Batam.

Ada beberapa contoh kriteria yang termasuk ke dalam DPTb:
di antaranya:
- Sedang menjalani rawat inap di puskesmas di Batam
- Penyandang disabilitas panti sosial di Batam
- Menjalani rehabilitasi narkoba di Batam
- Menempuh dan melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Batam
- Mendapatkan tugas domisili kerja di Batam
- Tertimpa bencana alam,"tutupnya. (*)

Penulis: Dewangga Rudi Serpara
Editor: Purwoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved