Tren Bunga Naik Bakal Berlanjut Akhir Tahun, Kredit Macet Hantui Perbankan. Ini Bocorannya

Kenaikan suku bunga acuan yang masih menjadi tren hingga akhir tahun nanti bisa menyisakan masalah bagi perbankan

Tren Bunga Naik Bakal Berlanjut Akhir Tahun, Kredit Macet Hantui Perbankan. Ini Bocorannya
tribunnews batam/istimewa
Ilustrasi kredit 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA-Kenaikan suku bunga acuan yang masih menjadi tren hingga akhir tahun nanti bisa menyisakan masalah bagi perbankan. Salah satunya bisa mempengaruhi risiko kredit sehingga bisa saja meningkatkan kredit bermasalah.

Taye Shim analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam risetnya (20/8/2018) menyebut bahwa kenaikan bunga acuan ini bisa mempengaruhi risiko kredit perbankan. "Indikator kualitas aset berkorelasi positif dengan kenaikan suku bunga acuan," tulis Taye Shim dalam risetnya.

Baca: Cadangan Minyak Terungkap, Saudi Batalkan Penjualan Saham Aramco. Ini Bocorannya

Baca: Kabarnya Penerimaaan CPNS Akhir Agustus, Termasuk di Kepri. Begini Jawaban BKD Pemprov

Baca: Heboh Dugaan Pemerkosaan di Kecamatan Siantan, Begini Reaksi Aktivis Perempuan di Anambas

Saat bank sentral menaikkan bunga acuannya, rasio kredit bermasalah cenderung bergerak pada arah yang sama. Dengan potensi risiko yang naik ini bank cenderung akan menaikkan jumlah provisi atau pencadangan.

Memang dari data Otoritas Jasa Keuangan terlihat kalau rasio non performing loan (NPL) perbankan menurun. OJK mencatat NPL bank turun dari 2,96% di Juni 2017 menjadi 2,67% di Juni 2018.

Namun Taye melihat perbaikan NPL yang terjadi di beberapa kuartal terakhir ini disebabkan karena perbaikan kualitas aset di sektor komoditas yang didorong oleh membaiknya harga-harga komoditas.

Ilustrasi kredit
Ilustrasi kredit (tribunnews batam/istimewa)

Meski begitu, para bankir belum terlalu yakin kalau kenaikan BI rate bisa meningkatkan risiko kredit perbankan. Haryono Tjahjarijadi, Presiden Direktur Bank Mayapada bilang risiko kredit itu sebenarnya lebih berhubungan dengan kondisi dalam negeri dan stabilitas ekonomi.

"Apabila kondusif maka risiko kreditnya juga minim," kata Haryono. Namun ia mengakui kalau banyak bank yang menyikapi kenaikan bunga acuan ini dengan selalu berhati-hati dalam proses pemberian kredit.

Begitu juga dengan Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur PT BCA. Jahya menyebutkan hubungan antara kenaikan bunga acuan dengan NPL bisa ada bisa tidak."Saya lebih setuju bahwa hal tersebut tergantung keadaan finansial perusahaan," kata Jahja. Makanya ia yakin kalau NPL akan tetap terjaga. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help