BATAM TERKINI

Bukan Ganti Rugi, BP Batam Siapkan Pemukiman Nyaman Pindahkan Korban Kebakaran Belian

BP Batam berharap, warga yang sebelumnya menempati permukiman padat penduduk bisa tinggal di tempat yang lebih baik.

Bukan Ganti Rugi, BP Batam Siapkan Pemukiman Nyaman Pindahkan Korban Kebakaran Belian
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Sejumlah warga memilih bantuan pakaian bekas diberikan warga untuk korban kebakaran di Kampung Belian 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah memikirkan solusi yang lebih baik untuk memindahkan warga dari permukiman padat penduduk ke Kavling Siap Bangun (KSB).

Seperti yang terjadi untuk kasus warga korban kebakaran di Kampung Belian, Batam Center.

Saat ini warga mulai membangun rumah kembali di atas lahan, yang sebelumnya menjadi lokasi kebakaran.

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, sebelumnya BP Batam dan Pemerintah Kota Batam memang sudah punya kesepakatan. BP Batam akan menyediakan KSB untuk warga.

"Tapi kami tak sekadar ingin memindahkan warga ke KSB atau memberikan ganti rugi, kemudian dilepas begitu saja. Nanti khawatirnya mereka bangun (rumah) lagi," kata Lukita, Jumat (24/8/2018).

Baca: Pelaku Mengaku Sadar saat Pukul Remaja di Tol Jagorawi hingga Berdarah

Baca: Dihadang Awan Cumulonimbus, Take Off dan Landing Sejumlah Pesawat di Bandara Hang Nadim Terhambat

Baca: Ajak Ibu-ibu Siaga, Beginilah Kecemasan Warga Tiban Koperasi saat Hujan Tiba

Makanya, BP Batam juga fokus pada penataan permukiman ke depannya, ketika warga diberikan KSB.

Saat ini pihaknya masih melakukan pembahasan dengan sejumlah pengembang yang memiliki KSB untuk kerjasama, dan menampung warga yang bersedia dipindah dan menempati lokasi baru.

"Jadi nanti lokasinya sudah tertata, lebih representatif, dilengkapi fasilitas umum dan fasilitas sosial," ujarnya.

Dengan begitu, diharapkan warga yang sebelumnya menempati permukiman padat penduduk bisa tinggal di tempat yang lebih baik.

Pada akhirnya nanti juga diharapkan bisa mengubah wajah Batam menjadi lebih baik, khususnya berkaitan dengan permukiman.

"Saya kira ini (kerjasama dengan pengembang untuk penataan KSB) solusi yang lebih baik daripada sekadar memberi ganti rugi, kemudian dilepas begitu saja," kata Lukita.

Selain dengan pengembang, pihaknya juga akan membahas soal penataan permukiman warga ini dengan pihak perbankan. Karena berkaitan dengan harga dan cicilan rumah.

"Jadi memang (warga) tak bisa segera dipindahkan ke lokasi KSB. Kami masih sedang membahas terkait hal ini dengan pengembang dan perbankan," ujarnya. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help