Dihajar Defisit Keuangan, BPJS Kesehatan Hilangkan Obat Kanker Payudara

BPJS Kesehatan membantah penghapusan obat kanker payudara Trastuzumab karena harganya mahal. Benarkah?

Dihajar Defisit Keuangan, BPJS Kesehatan Hilangkan Obat Kanker Payudara
via kontan.co.id/antara
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menghapus jaminan obat kanker payudara Trastuzumab sejak Juli lalu karena obat tersebut tidak memiliki dampak penyembuhan.

Untuk itu BPJS Kesehatan akan mengganti obat terapi kanker payudara itu dengan jenis obat lain yang dinilai memiliki dampak penyembuhan.

Baca: Perang Dagang Amerika-China Jilid Dua Mulai Berlaku, China Bakal Lemahkan Mata Uangnya?

Baca: Sambut Olimpiade 2020, Pengusaha Ini Bikin Masjid BerjalanSeharga Rp 14 M. Begini Penampakannya

Ilustrasi
Ilustrasi (via kontan.co.id/antara)

Baca: Negara Ini Dulu Kaya Berkat Hasil Minyak Bumi, Kini di Ambang Kebangkrutan: Venezuela

Baca: Inilah 5 Fakta Kasus Pungli SIM yang Menjerat Kapolres Kediri, Segini Setoran Punglinya Per Minggu

"Ada 22 jenis obat kanker payudara yang direkomendasikan untuk mengganti Trastuzumab. Ini berdasarkan rekomendasi medis," kata Kepala Humas BPJS Iqbal Anas Ma'ruf saat dihubungi KONTAN, Kamis (23/8/2018).

Iqbal membantah alasan penghapusan obat Trastuzumab karena dianggap memiliki harga mahal. Menurutnya, 22 obat yang menjadi alternatif pengganti Trastuzumab juga ada yang memiliki harga lebih mahal.

Sayangnya Iqbal tidak menjelaskan nama dan merek dagang dari 22 macam obat alternatif pengganti Trastuzumab tersebut. Namun, ia memastikan bahwa 22 obat alternatif tersebut bisa memberikan dampak medis pada pasien. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help