Karimun Terkini

Kapal Antar Pulau di Karimun Ditunda 30 Menit. Ini yang dialami Penumpang

Cuaca buruk yang melanda Karimun dan sekitarnya pada Jumat (24/8/2018) siang membuat beberapa keberangkatan kapal penumpang ditunda.

Kapal Antar Pulau di Karimun Ditunda 30 Menit. Ini yang dialami Penumpang
TRIBUNBATAM/ELHADIF PUTRA
Foto ilustrasi. Keberangkatan speedboat penumpang di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam atau KPK kembali normal siang hari setelah Senin (23/1/2017) pagi ditunda karena cuaca ekstrem. 

TRIBUNBATAM.Id, KARIMUN - Cuaca buruk yang melanda Karimun dan sekitarnya pada Jumat (24/8/2018) siang membuat beberapa keberangkatan kapal penumpang ditunda.

Sejumlah speedboat penumpang antar pulau dalam kabupaten, dari ataupun menuju Pelabuhan Sri Tanjung Gelam (Pelabuhan KPK) baru dapat diberangkatkan setelah cuaca mulai membaik.

Baca: Cuaca Buruk Jadi Alasan Nakhoda Kandaskan KM Lestari Maju di Perairan Selayar

Baca: Hati-hati Saat Bepergian. BMKG Peringatkan Cuaca Buruk Akan Terjang Indonesia. Begini Penjelasannya

Baca: Cuaca Buruk, Gubernur Nurdin Basirun Imbau Semua Pihak Waspada: Alam Tak Bisa Diprediksi

Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungbalai Karimun sekitar melakukan penundaan karena alasan tidak kondusif terhadap keselamatan pelayaran.

"Penundaan karena untuk keselamatan pelayaran," kata Kepala KSOP Tanjungbalai Karimun Ridwan Chaniago melalui Kepala Seksi Pengawasan dan Keselamatan (Kasi Gamat), Syahrinaldi.

Syahrinaldi menyebutkan penundaan hanya diberlakukan terhadap kapal pemumpang yang berukuran kecil. Sementara untuk kapal ferry tetal berlayar sesuai dengan jadwal.

"Penundaan tadinaekitar 30 menit bagi kapal-kapal kecil antar pulau," jelasnya.

Syahrinaldi juga mengimbau agar pihak kapal selalu mengedepankan keselamatan berlayar. Ia mengimbau pihak kapal untuk memperhatikan cuaca dan tetap waspada ketika berlayar.

"Jika cuaca tidak memungkinkan kita minta untuk menunda keberangkatan," ujarnya.

Namun dari pantauan Tribun Batam di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam pada Jumat siang, meskipun beberapa keberangkatan ditunda, tapi tidak terjadi penumpukan penumpang. Para penumpang juga memaklumi alasan penundaan.

"Memang seharusnya ditunda. Dari pada dipaksakan malah bisa jadi fatal," kata Eri, seorang penumpang yang diwawancarai Tribun.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kabupaten Karimun yang diterima, Kabupaten Karimun dan sekitarnya berpotensi terjadi hujan lokal pada Jumat hingga Sabtu (25/8). Sedangkan untuk tinggi gelombang di perairan Karimun berpotensi setinggi 0,1-1,3 meter. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved