BATAM TERKINI

Tidak Kebagian Kios, Data PKL di Pasar Induk Membuldak Dua Kali Lipat. Ini Kata Komisi I DPRD Batam

Kedatangan PKL itu langsung diterima Komisi I dan menggelar rapat dengar pendapat (RDP), untuk mendengarkan keluhan dan masalah yang dihadapi

Tidak Kebagian Kios, Data PKL di Pasar Induk Membuldak Dua Kali Lipat. Ini Kata Komisi I DPRD Batam
TRIBUNBATAM/ROMA ULY SIANTURI
Rapat dengar pendapat (RDP) pedagang kaki lima Pasar Induk bersama dengan Komisi I DPRD Batam, Jumat (24/8/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Tidak dapat kios, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) Pasar Induk mendatangi DPRD Batam, Jumat (24/8/2018).

Kedatangan PKL itu langsung diterima Komisi I dan menggelar rapat dengar pendapat (RDP), untuk mendengarkan keluhan dan masalah yang dihadapi pedagang terkait pembangian kios di Pasar Induk tersebut.

"Pemerintah Kota (Pemko) Batam kan sudah menghitung berapa kios yang akan tersedia. Jadi tempat pemilik yang lama di data. Ternyata datanya melebih dari jumlah yang ada. Melonjak hampir dua kali lipat," ujar anggota Komisi I DPRD kota Batam, Musofa dalam RDP tersebut.

Ia menghimbau, agar jangan memanfaatkan kondisi ini. Jangan memanipulasi data, yang seharusnya bukan mereka yang berhak. Berikanlah kepada yang memang mempunyai hak.

"Kalau bisa teratasi dan tertampung semua, saya kira tak ada pengaduan ke komisi I dan adanya RDP," tegas Musofa.

Baca: Atasi Banjir Tiban Koperasi, Pemerintah Turunkan Alat Berat Untuk Normalisasi Drainase

Baca: Ditinggal Pergi Makan, Dum Truk Malah Terprosok ke Dalam Drainase

Baca: Seorang Haji Asal Batam Hilang saat Wukuf di Armina

Data yang telah di data oleh Dinas Pasar Disperindag kota Batam ternyata tidak sesuai dengan data permintaan di lapangan. Jadi, perlu dipertanyakan pendataan ini darimana validnya.

"Ada masyarakat yang mengatakan lisensi pedagang pasar induk juga mengajukan hal yang sama. 2 kelompok ini berbeda datanya. Jangan nanti ada yang bukan pedagang tiba-tiba mengaku pedagang. Begitu dapat kios dari Pemko nyatanya di sewakan dengan yang lain," paparnya.

Musofa menghimbau agar Dinas Pasar Disperindag kota Batam harus tegas sesuai dengan data dilapangan. Jangan mengikuti arus pemain sepikulan masalah ini.

"Pasti tak akan selesai kalau mengikuti arus-arus yang ada. Jadi Dinas Pasar harus tegas," kata Musofa.(rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help