Rentan Disalahgunakan, OJK Buat Aturan Lindungi Data Peminjam Dana

Komitmen tersebut juga memuat, adanya pelarangan penyebaran data pengguna kepada pihak ketiga, kecuali ada kesepakatan.

Rentan Disalahgunakan, OJK Buat Aturan Lindungi Data Peminjam Dana
FREEPIK.COM
Ilustrasi 

“Di regulasi yang baru ini, seolah-olah yang mempunyai data itu bank dan fintech. Kalau di negara maju sepenuhnya di tangan pengguna, mereka bisa membagi data sesuai keinginan dan tujuan mereka,” ungkapnya.

Padahal, jika pengguna punya kuasa atas penggunaan data tersebut, akan mempermudah pengguna dalam mengakses pinjaman digital lainnya. Namun, di POJK Nomor 13 2018 belum ada jaminan bahwa penyalahgunaan data tidak akan terjadi.

“Data dari mana saja bisa saja disalahgunakan. Tapi adakah jaminan jika terjadi kebocoran data di perbankan atau email,” tanyanya.

Diketahui POJK Nomor 13 Tahun 2018 pada 30 memuat dua poin penting.

Pertama, bahwa penyelenggara wajib menjaga kerahasian, keutuhan dan ketersediaan data pribadi, data transaksi, data keuangan yang dikelola sejak dapat diperoleh hingga dimusanahkan.

Kedua, ketentuan pemanfaatan data dan informasi pengguna yang diperoleh penyelenggara harus memenuhi syarat sebagai berikut, memperoleh persetujuan dari pengguna, menyampaikan batasan pemanfaatan data dan informasi kepada pengguna.

Selanjutnya, menyampaikan setiap perubahan tujuan pemanfaatan data dan informasi kepada pengguna dalam hal terdapat perubahan tujuan pemanfaatan data dan informasi.

Kemudian media dan metode yang dipergunakan dalam memperoleh data dan informasi harus terjamin kerahasiaan, keamanan, serta keutuhannya. (*)

*Artikel ini juga tayang di Kontan.co.id dengan judul: OJK mengatur perlindungan kerahasian data peminjam

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved