Bahayakah Jika Sering Gonta-ganti Bahan Bakar untuk Kendaraan Bermotor? Simak Penjelasan

Ganti bahan bakar terjadi pada kondisi tertentu, saat tangki kendaraan pada tingkat kritis, di SPBU hanya tersisa jenis BBM lain

Bahayakah Jika Sering Gonta-ganti Bahan Bakar untuk Kendaraan Bermotor? Simak Penjelasan
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Petugas SPBU Pertamina di Kawasan Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta Pusat 

Deposit mengundang potensi jelaga atau abu. Mulai dari banyaknya kerak di piston, kepala silinder dan sekeliling payung klep.

Lama-kelamaan bertumpuk jadi kerak, menimbulkan knocking atau ngelitik dan performa mesin yang turun drastis.

"Pakai Pertalite atau Pertamax saja untuk mendapat hasil terbaik karena ada detergen dan aditif," terang Beny Harto Wijaya, Customer Relationship Management Retail Fuel Marketing, PT Pertamina.

Namun, bahaya penggantian bahan bakar tersebut masih relatif, ada beberapa faktor tentang bahaya atau tidaknya gonta-ganti bahan bakar tersebut:

1. Seberapa sering

Jika kita terlalu sering gonta-ganti bahan bakar, kinerja mesin akan 'bingung' karena setiap jenis bahan bakar memiliki tingkat kompresinya masing-masing.

Pergantian bahan bakar yang terlalu cepat dan sering tentu berdampak buruk.

2. Perhatikan kondisi tangki

Jika tidak sedang dalam kondisi yang terdesak, sebaiknya biarkan bahan bakar yang sebelumnya habis atau tersisa sedikit, baru menggantinya dengan jenis lain.

3. Unsur penyusun bahan bakar

Semua jenis bahan bakar itu memiliki unsur penyusun yang sama, tersusun atas rantai hidrokarbon yang tidak menimbulkan reaksi kimia berbahaya meski tercampur.

Bahaya justru timbul jika dalam bahan bakar tersebut ada pengotor seperti logam berat, yang didapat dari lingkungan atau tempat penyimpanan. (*)

Editor: nandrson
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved