Ketahuan Bawa Keluar Uang Kertas Asing di Atas Rp 1 Miliar Didenda, Segini Dendanya

Adapun sanksi yang dijatuhkan adalah denda 10 persen dari keseluruhan UKA yang dibawa. Denda paling banyak yang dikenakan adalah setara Rp 300 juta

Ketahuan Bawa Keluar Uang Kertas Asing di Atas Rp 1 Miliar Didenda, Segini Dendanya
thinkstock
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.ID, MANADO-Bank Indonesia mulai menerapkan aturan pembawaan uang kertas asing (UKA) pada 3 September 2018 mendatang.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 20/2/2018 tentang Pembawaan Uang Kertas Asing ke Dalam dan ke Luar Daerah Pabean Indonesia.

Dengan diberlakukannya aturan tersebut, kata Direktur Pengelolaan Devisa BI Hariyadi Ramelan, bank sentral tidak akan memberikan kelonggaran bagi siapa saja yang terbukti membawa UKA setara atau lebih dari Rp 1 miliar.

Baca: Negara Ini Dulu Kaya Berkat Hasil Minyak Bumi, Kini di Ambang Kebangkrutan: Venezuela

Baca: Kisah Tak Terungkap Film G30S, Kies Slamet Perankan Seorang Jenderal, Segini Bayarannya

Baca: Akhir Tragis Titin Sumarni, Artis Favorit Bung Karno. Ditemukan Sakit di Rumah Mucikari

Baca: Ingin Mantan Pacar Cemburu dan CLBK, Pernikahan Cucu Konglomerat Rusia Habiskan Rp 40 Triliun

Sanksi pun akan diterapkan kepada orang atau pihak yang melanggar ketentuan itu. Pembawaan uang kertas asing setara atau lebih dari Rp 1 miliar hanya dapat dilakukan oleh lembaga berizin, seperti bank dan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) Bukan Bank yang berizin dan memperoleh persetujuan BI alias money changer.

Adapun sanksi yang dijatuhkan adalah denda 10 persen dari keseluruhan UKA yang dibawa. Denda paling banyak yang dikenakan adalah setara Rp 300 juta. "Denda akan dikenakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)," kata Hariyadi pada acara pelatihan wartawan ekonomi BI di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (24/8/2018).

Ilustrasi
Ilustrasi (thinkstock)

Hariyadi menuturkan, denda tersebut akan masuk sebagai penerimaan kas negara. Ketentuan mengenai pembawaan UKA berlaku bagi perorangan maupun badan usaha. Adapun denda bagi badan usaha berizin yang melanggar ketentuan ini adalah pencabutan izin usaha.

Menurut dia, kebijakan ini bertujuan untuk menjaga permintaan dan penawaran valuta asing di pasar domestik. Kebijakan ini pun diterbitkan untuk membenahi aspek teknis dan psikologis terkait penukaran dan kebutuhan valas di Tanah Air.

Ia memberi contoh adalah peristiwa di mana masyarakat mengantre panjang di area money changer untuk menukar valas karena ada isu sensitif. "Kemarin sempat kejadian dari aspek teknis dan psikologis.

Masyarakat kita itu sangat sensitif kalau ada isu-isu yang sifatnya (sensitif), tahu-tahu banyak orang antre panjang di KUPVA mau beli dollar AS. hal ini secara teknis dan psikologis ini perlu dibenahi segera," ungkap Hariyadi. (*)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Bulan Depan, Bawa Uang Kertas Asing di Atas Rp 1 Miliar Didenda

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help