Sebaiknya Anda Tahu

Letusan Gunung Tambora Ternyata Bikin Napoleon Bonaparte Kalah Perang, Begini Caranya

Sepak terjang Napoleon berakhir di perang waterloo, namun ternyata bukan kehebatan pasukan lawannya tapi akibat letusan gunung di Indonesia

Letusan Gunung Tambora Ternyata Bikin Napoleon Bonaparte Kalah Perang, Begini Caranya
Total War Center
Napoleon Bonaparte 

TRIBUNBATAM.ID-Napoleon Bonaparte, kaisar Perancis berpengaruh yang menaklukan hampir seluruh dataran Eropa akhirnya harus bertekuk lutut dalam pertempuran Waterloo pada Juni 1816.

Sejarawan mencatat kondisi hujan dan berlumpur membantu tentara sekutu mengalahkan Bonaparte. Peristiwa kekalahan Bonaparte ini pada akhirnya mengubah jalannya sejarah Eropa.

Namun siapa sangka, kondisi tak bersahabat yang dialami Bonaparte disebabkan oleh kekuatan alam yang berjarak ribuan kilomater. Tak lain adalah dampak dari erupsi gunung Tambora di Pulau Sumbawa yang menewaskan sekitar 100.000 orang, dua bulan sebelumnya.

Baca: Akhir Tragis Titin Sumarni, Artis Favorit Bung Karno. Ditemukan Sakit di Rumah Mucikari

Baca: Kisah Tak Terungkap Film G30S, Kies Slamet Perankan Seorang Jenderal, Segini Bayarannya

Napoleon Bonaparte bertubuh pendek itu hanya mitos
Napoleon Bonaparte/Total War Center

Baca: Bahayakah Sering Gonta-ganti Bahan Bakar Kendaraan? Begini Penjelasannya

Baca: Negara Ini Dulu Kaya Berkat Hasil Minyak Bumi, Kini di Ambang Kebangkrutan: Venezuela

Selain membuat Bonaparte kalah telak, letusan Tambora juga berdampak pada penurunan suhu global yang membuat gagal panen serta kelaparan. Tak heran, fenomena alam itu dijuluki sebagai "Tahun Tanpa Musim Panas".

Menurut Dr Matthew Genge dari Imperial College London yang melakukan penelitian tentang Tambora, ia menemukan bahwa abu vulkanik letusan Tambora dialiri listrik dan dapat memendekkan arus listrik ionosfer, lapisan atas atmosfer yang bertanggung jawab dalam pembentukan awan.

Akibatnya terjadi pembentukan awan yang kemudian diikuti dengan hujan lebat di seluruh Eropa dan menyebabkan kekalahan Napoleon Bonaparte. Studi yang dipublikasikan di jurnal Geology, Selasa (21/8/2018)

menunjukkan bahwa letusan gunung berapi dapat menghempaskan abu jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya, yakni mencapai sekitar 100 kilometer di atas permukaan tanah.

"Sebelumnya para ahli geologi mengira abu vulkanik terperangkap di atmosfer yang lebih rendah. Namun penelitian saya menunjukkan bahwa abu dapat naik ke lapisan lebih tinggi melalui kekuatan listrik," kata Genge dilansir Science Daily, Rabu (22/8/2018).

Serangkaian percobaan menunjukkan bahwa kekuatan elektrostatik dapat mengangkat abu jauh lebih tinggi daripada daya apung sendiri. Genge menggunakan simulasi untuk menghitung seberapa jauh abu vulkanis yang bermuatan bisa naik.

Lukisan dari William Sadler yang menggambarkan Pertempuran Waterloo
Lukisan dari William Sadler yang menggambarkan Pertempuran Waterloo (Wikipedia)

Ia kemudian menemukan bahwa partikel yang lebih kecil dari 0,2 juta meter diameternya bisa mencapai ionosfer selama erupsi besar. "Gumpalan dan abu vulkanik dapat memiliki muatan listrik negatif dan mendorongnya tinggi ke atmosfer.

Halaman
12
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help