6 Masalah Ini Bisa Jadi Tanda Kulit Terlalu Banyak Terpapar Kosmetik

Perawatan kulit secara berlebihan bisa menimbulkan efek yang merugikan bagi tampilan dan kesehatan kulit. Apa saja tandanya?

6 Masalah Ini Bisa Jadi Tanda Kulit Terlalu Banyak Terpapar Kosmetik
Huffingtonpost
Ilustrasi 

Jika kulit terasa mengencang, bisa jadi hal itu adalah tanda produk yang digunakan mengurangi kelembaban kulit dan kamu mungkin perlu mengurangi pemakaian beberapa produk.

"Jangan abaikan rasa kulit yang mengencang karena bisa merusak kesehatan kulit dan menyebabkan peningkatan produksi minyak, membesarnya pori-pori dan kerutan wajah," kata ahli kecantikan dan direktur pengembangan produk di InstaNatural, Heather Wilson kepada NewBeauty.

Menurutnya, jika kulit terasa mengencang setelah mencuci wajah, pilihlah produk dengan pH seimbang yang mengandung bahan-bahan lembut dan alami.

3. Iritasi

karena eksfoliasi Ada banyak cara untuk mengeksfoliasi kulit. Misalnya, menggunakan asam, scrub, brush, mikrodermabrasi, krim retinol, dan lainnya. Namun, direktur New York Laser & Skin Care, Arielle Kauvar, M.D. menjelaskan kepada Shape magazine bahwa menggunakan lebih dari satu metode eksfoliasi bisa menyebabkan kulit gatal, memerah, mengelupas, atau sensitif. 

4. Memakai terlalu banyak produk ketika kulit bruntusan

Ketika kulit kita bruntusan, mungkin kita tergoda untuk mencoba banyak produk. Hal ini sebetulnya membuat masalah kulit semakin parah dan membuatnya kontraproduktif.

"Ketika produk-produk tersebut terlalu banyak digunakan, kulit bisa menjadi terlalu kering dan iritasi sehingga memicu lebih banyak munculnya bruntusan," ujar Dermatolog kosmetik di New York sekaligus founder SmarterSkin Dermatology, Sejal Syah kepada Teen Vogue.

5. Kulit terlalu mengkilap tapi tidak berminyak

Kondisi kulit yang mengkilap namun tidak berminyak bisa jadi tanda overeksfoliasi. Hal ini dikarenakan kulit yang overeksfokiasi kehilangan sel kulit mati di permukaan lebih banyak dari yang seharusnya.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help