Benarkah Diet Rendah Carbo Tingkatkan Risiko Kematian Dini?

Diet rendah karbohidrat sudah sangat familiar dan banyak dilakukan oleh orang. Benarkah diet ini menyebabkan kematian dini?

Benarkah Diet Rendah Carbo Tingkatkan Risiko Kematian Dini?
FREEPIK.COM
Ilustrasi 

Riset dilakukan dengan subjek penelitian berusia 45 hingga 64 tahun. Selama dua periode masa riset, peneliti meminta peserta mengisi kuesioner mengenai pola makan dan minum, termasuk porsi makan mereka.

Kemudian, peneliti juga mengevaluasi diet para peserta dan mengelompokan mereka berdasarkan jumlah karbohidrat yang mereka konsumsi.

Pemakan karbohdirat dalam jumlah rendah merupakan mereka yang mampraktikan diet dengan jumlah karbohidrat lebih rendah dari 40 persen.

Sementara itu, mereka yang mengonsumsi karbohidrat sedang umumnya memasukkan 50 persen karbohidrat dalam menu diet mereka.

Mereka yang masuk dalam kategori pemakan karbohidrat tinggi, mengonsumsi 70 persen lebih karbohidrat dalam menu diet mereka.

Setelah 25 tahun, periset menganalisis data dan menemukan bukti bahwa mereka yang mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah cukup memiliki harapan hidup paling tinggi.

Sayangnya, periset mengaku data yang dilaporkan dalam riset ini tidak akurat karena peserta tidak selalu mengingat apa yang mereka makan setiap harinya.

Selain itu, riset ini hanya berfokus pada hasil observasi daripada hubungan sebab akibat. Dengan kata lain, tidak semua diet rendah karbohidrat dapat menyebabkan kematian dini.

Dalam riset ini, mereka yang mengonsumsi karbohidrat rendah, namun mendapat asupan lemak dan protein nabati, tidak mengalami peningkatan risiko kematian dini.

Tentu saja, mereka yang mendapat asupan lemak dan protein hewani mengalami hal yang sebaliknya Oleh karena itu, sebaiknya kita memperbanyak asupan protein dan lemak dari sayuran seperti kacang, buncis, biji rami, quinoa daripada mengonsumsi daging. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diet Rendah Karbohidrat Bisa Sebabkan Kematian Dini?", 

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved